Semarang, Central Java, INDONESIA


Sekolah memiliki fungsi yang sangat penting dalam membentuk karakter dan pengetahuan peserta didik. Sebagai lembaga pendidikan, sekolah bertugas tidak hanya untuk mentransfer ilmu pengetahuan tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan yang relevan dengan tantangan kehidupan yang mereka hadapi. Seiring dengan berkembangnya zaman dan meningkatnya kesadaran terhadap isu-isu lingkungan, sekolah perlu beradaptasi untuk mengintegrasikan konsep-konsep ramah lingkungan dalam kurikulum dan praktik sehari-hari. Salah satu pendekatan yang semakin populer dalam pendidikan adalah penerapan model “Green School” atau sekolah hijau.
Green School di SMP Al Islam Semarang hadir sebagai jawaban terhadap kebutuhan tersebut, di mana sekolah tidak hanya berfokus pada pembelajaran teori di dalam kelas, tetapi juga memperkenalkan praktek-praktek pertanian ramah lingkungan sebagai bagian dari pengalaman belajar yang lebih aplikatif. Melalui penerapan konsep sekolah hijau, siswa tidak hanya mempelajari pentingnya menjaga kelestarian alam, tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan yang dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang pertanian berkelanjutan, pengelolaan limbah, serta konservasi energi.
Dengan mengintegrasikan praktik pertanian ramah lingkungan ke dalam metode pembelajaran, siswa diberikan ruang untuk lebih memahami konsep-konsep tersebut secara langsung melalui pengalaman praktis. Mereka dapat terlibat dalam kegiatan berkebun, mengelola sampah organik, serta merancang dan memelihara kebun sekolah. Hal ini tidak hanya membantu siswa untuk memahami pentingnya keberlanjutan lingkungan, tetapi juga memberikan mereka keterampilan yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, dengan terlibat dalam kegiatan pertanian, siswa dapat belajar tentang siklus alam, proses fotosintesis, serta pentingnya keberagaman hayati dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Pendekatan ini juga memberikan dampak positif terhadap pembelajaran sosial dan emosional siswa, karena mereka belajar bekerja dalam tim, bertanggung jawab terhadap tugas-tugas mereka, dan merasakan kepuasan atas hasil yang mereka capai. Dengan demikian, melalui konsep Green School, SMP Al Islam Semarang tidak hanya mendidik siswa menjadi cerdas secara akademis, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk menjadi individu yang peduli terhadap lingkungan dan mampu berkontribusi pada keberlanjutan bumi di masa depan.
Yayasan Bhumi Horta adalah organisasi yang bergerak untuk mempromosikan praktek pertanian ramah lingkungan serta mempromosikan perdamaian dunia melalui bidang – bidang edukasi sosial kemasyarakatan untuk kehidupan yang lebih berkelanjutan di masa yang akan datang. kami berbasis di Kota Semarang tepatnya di Jl Parang Baris I No. 30 Semarang. Organisasi kami didirikan pada tanggal 22 April 2017 yang merupakan inisiasi oleh beberapa konsultan pertanian organik di Kota Semarang dan sekitarnya.
Dengan tujuan-tujuan ini, pelatihan selama 3 hari ini diharapkan dapat memberikan bekal yang berguna bagi siswa, tidak hanya dalam pengembangan pengetahuan dan keterampilan lingkungan, tetapi juga dalam membentuk karakter mereka sebagai generasi yang peduli dan bertanggung jawab terhadap keberlanjutan bumi.
Kegiatan akan dilaksanakan pada:
Tanggal Penyelenggaraan : 29 September – 1 Oktober 2025
Nama Kegiatan : Green School at SMP Al Islam, Semarang
Alamat Kegiatan : SMP Al Islam Semarang
Waktu Kegiatan : + 2 Jam setiap hari (rentang waktu 9 – 12 pagi WIB)
Berikut ini adalah jadwal kegiatan sementara. Status sementara berarti bahwa sewaktu-waktu jadwal dapat berubah sesuai dengan keadaan lapangan dan faktor-faktor lain yang terkait. Untuk itu kami mencantumkan nomor kontak yang dapat dihubungi bila ada hal-hal yang perlu dikomunikasikan.
Hari 1: Pengenalan Green School dan Keberlanjutan Lingkungan
Hari 2: Pembuatan Kebun Sehat (Bagian 1)
Hari 3: Pembuatan Kebun Sehat (Bagian 2) dan Penutupan
Warga Negara Indonesia (WNI) atau Pemegang KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas).
Usia minimal 17 tahun pada saat pendaftaran.
Siap untuk terlibat dalam kegiatan sosial atau proyek yang diadakan oleh organisasi.
Memiliki kemampuan dasar berkomunikasi dan bekerja dalam tim.
Sehat jasmani dan rohani, serta tidak memiliki kondisi medis yang membatasi kemampuan untuk menjalankan tugas relawan.
Menyediakan fotokopi KTP (untuk WNI) atau KITAS (untuk pemegang KITAS) sebagai bukti identitas.
Memiliki komitmen terhadap waktu yang dibutuhkan untuk kegiatan relawan (minimal dapat berpartisipasi dalam kegiatan selama 2-3 jam setiap minggu atau sesuai kebutuhan proyek).
Registrasi di sini untuk menjadi relawan