Pada hari Jumat, 11 Oktober 2019. Bhumi Horta Foundation dan temanberkebun.com mengadakan Team Work Training (TwT) untuk kedua kalinya sejak pelatihan ini diperkenalkan pada tahun 2018. TwT tahun ini diikuti oleh 39 peserta yang berasal dari beberapa universitas di Kota Semarang. Penyelenggaran TwT kali ini diadakan di hutan kota Tinjomoyo Kota Semarang.
Seperti saat pertama kali training ini dinisiasi, kami berharap dapat menemukan bibit unggul untuk menjadi urban farming assistant serta agropreneur yang baik. Selanjutnya mereka akan mengikuti beberapa rangkaian pelatihan yang diadakan oleh Bhumi Horta mulai dari leadership training dan management training. sebelum akhirnya mereka ditempatkan di beberapa titik lokasi untuk mendampingi para petani kota bersama pemerintah melalui dinas-dinas terkait.
Dengan menerapkan beberapa metode interaktif, para trainer mencoba memberikan pemahaman yang cukup pada peserta perihal bagaimana keahlian bekerja dalam tim menjadi elemen yang cukup penting dalam menjalan peran mereka nantinya. Aspek keberlanjutan adalah hal yang perlu dipenuhi oleh setiap titik dampingan nantinya. Kami mendorong untuk para petani kota untuk menciptakan peluang-peluang bisnis pertanian walau menggunakan lahan yang sempit di perkotaan.

TwT kali ini dibagi menjadi 3 sesi. Mereka menerapakan metode non-formal education dengan mengandalkan game interaktif untuk memberikan pengalaman langsung mengenai kompetensi apa yang sedang peserta pelajari. Sesi pertama menerapkan game bernama “Human Chess”. Permainan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang penuh mengenai komunikasi satu arah dalam sebuah tim. Pada sesi kedua, game “treasure hunt” dijalankan dengan beberapa peraturan yang menantang peserta untuk memahami komunikasi dua arah dalam tim, pendelegasian tugas, positioning, ketepatan aksi, hingga budget management. Dengan durasi games sekitar 3 jam di sesi kedua, trainer mencoba merangkum kompetensi tersebut dalam sebuah rangkaian kegiatan tim yang menarik.
Pada sesi terkahir TwT 2019, para peserta dibawa pada situasi yang mereka tidak pernah bayangkan sebelumnya. Mereka mempelajari pemahaman lintas budaya. Kompetensi ini sangat penting dimiliki oleh para calon agropreneur sehingga mereka siap untuk ditempatkan di manapun dengan latar belakang budaya atau sosial masyarakat yang berbeda dengannya.

Anggi, Mahasiswa dari UNNES Semarang mengungkapkan “Untuk team work training kali ini luar biasa, membuat saya menambah pengalaman, keduanya dapat membuka mata saya dengan hal-hal baru yang tidak dapat saya temuakan di tempat lain” Sedangkan Sofi, seorang mahasiaswa fakultas pertanian Unwahas menambahkan, “Membuka pandangan yang lebih luas mengenai apa saja yang ada di sekitar kita, yang seblumnya saya tidak pernah memikirkannya”