Pojok Berkeley Kompos di Kebun Sekolah Alam Auliya

Bagi beberapa sobat berkebun yang sempat mengikuti kelas kompos kami, pastinya akrab dengan sebutan komposter aerob. Yakni salah satu teknik pengomposan yang mengunakan bantuan instalasi komposter dengan rongga sehingga memungkinakan banyak oksigen masuk untuk mengurangi bau saat proses pengomposan. Kali ini kami ingin mengenalkan salah satu teknis pengomposan lain yang bisa menambah referensi anda dalam berkebun.

Universitas of California, Berkley mengembangkan salah satu teknis kompos yang cukup populer di terapkan di lahan permakultur. Teknik pengomposan ini disebut dengan “Berkeley”. Teknik ini diklaim lebih cepat dan tidak membutuhkan instalasi komposter dengan spesifikasi tertentu. Ini adalah salah satu teknis “Hot Composting” yang memungkinkan berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri dapat diminimaisir penyebarannya di lahan. Metode ini kami uji cobakan di salah satu sudut Sekolah Alam Auliya Kendal.

Kunci dari teknik ini adalah mempertahankan suhu pada material kompos dan kelembaban. Material kompos dibiarkan begitu saja ditumbuk disalah satu sudut kebun kita. Musim penghujan, adalah waktu yang cocok apabila kita mau menerepkan metode ini. Sedangkan dimusim panas, kelembaban dapat disiasati dengan ketebalan lapisan material kompos yang ditambah sehinga kelembaban dapat terkunci dan semakin mempercepat proses pengomposan.

Mempertahankan kelembaban yang lebih lama, dapat tercapai dengan mengumpulkan material organik yang cukup beragam dengan kuantitas yang cukup banyak. Komposisi material kompos sumber Nitrogen dan Karbon yang seimbang juga perlu untuk dipertimbangkan. Banyaknya material organik yang kita gunakan, membuat metode ini cocok diterapkan di lahan yang cukup luas.

Author

  • I used to work as a Project Development specialist working with International networks such as CCIVS of UNESCO, NVDA, Africa Network, and Pan America, for more than 5 years. I am a multitasking person. I can be placed in several tasks. As a professional, I work independently as a bilingual writer (EN & ID), graphic designer, website developer, and collaborative freelance researcher. In 2017 I decided to establish my enterprise called Bhumi Horta. Now we have Bhumi Horta Ent or temanberkebun.com, Bhumi Media, and Bhumi Horta Foundation.

    View all posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *