Harap-Harap Cemas Menggunggu Tomat Mix Musim Kedua

Setelah tomat heriloom di musim tanam pertama sudah kami pesiunkan, kami harus kembali menanam tomat di lahan yang sama.  Lalu apakah itu sehat bagi bak wicking beds kami? Jelas kami perlu membuat strategi agar wicking beds kita tetap berkinerja optimal walaupun harus ditanam jenis tanaman yang sama di waktu yang cukup pendek.

Tidak banyak memang lahan yang bisa kami tanami di rooftop garden ini, sedangkan kebun ini sudah harus memikul tanggung jawab yang cukup berat yakni memasok beberapa komoditas keperluan dapur seperti daun mint, rosemary, basil, taragon dan tomat mix. Sehingga ketersedian nutrisi  yang cukup dengan melihat kondisi tanah, adalah hal yang perlu kami perhatikan lebih.

Memadu padankan dengan tanaman lain di satu wicking beds adalah strategi pertama yang kami lakukan. Sulit memang mencari tanaman yang bisa didampingkan dengan tomat, namun jeda waktu tanaman adalah celahnya. Basil dan taragon yang tumbuhnya cukup masif di lahan ini, kami gandakan di wicking beds tomat lebih dulu. Setelah mereka tumbuh cukup baik, barulah kami tanam tomat mix yang sudah kami bibitkan secara terpisah. 

Tidak lupa dikombinasikan dengan penggunan Pupuk Organik Cair ‘Konco Tani” untuk memulihkan kembali nutrisi di tanah, dan menambahkan lapisan humus dibagian atas atas tanah wicking beds cukup mmbantu memperbaiki struktur tanah yang kami inginkan. Dengan harap-harap cemas kami menunggu reaksi tanaman kami dalam waktu tiga bulan berselang. Sykurlah…, hasilnya ternyata tidak mengecewakan.

Tomat mix kami di masa tanam kedua ternyata tumbuh cepat dan lebih tinggi dari pohon indukannya. Nah, buah tomat yang kami panen juga relatif stabil dari panen kami di musim tanam perama. Sedang kan rasa sudah tidak perlu ditanyakan lagi, tepat manis dan okay digunakan sebagai elemen penting racikan dari mas chef spiegel. Tunggu cerita rooftop garden spiegel selanjutnya ya… 🙂

itsnanim

Leave A Comment