Curah Hujan Tinggi, Berkah atau Musibah?

Gelombang el nina di akhir Desember 2021, membuat tingkat curah hujan meningkat. Bagi beberapa petani di luar sana, kondisi ini merupakan tantangan tersendiri. Kelembaban udara hingga tanah yang meningkat membuat beberapa komoditas berakhir pada gagal panen akibat busuk akar yang menjadi biang kerok masuknya virus patogen yang berpotensi menyerang batang dan daun sehingga menurunkan produktivitas lahan. 

Kebun rembes sudah melewati beberapa masa tanam hingga panen. Kondisi di atas kami siasati dengan sistem penanaman tumpang sari. Namun, tidak seperti tumpang sari yang kerap kali kita lihat di luar dimana dia memadu padankan dua hingga tiga tanaman produksi.  Kami menempatkan beberapa jenis tanaman di lokasi berdasarkan jenis dan perannya di kebun. Kondisi lahan yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, membuat virus patogen tidak gampang menyebar dan bermutas untuk menyerang komoditas tertentu. 

Permasalahan lainnya adalah Jamur tanah yang kerap menyerang tanaman produksi yang kami tanam. Hal ini adalah hal yang lumrah terjadi pada lahan perkebunan yang ditanami banyak pepohonan kayu keras seperti halnya Kebun Rembes yang sudah ditanami pepohonan karet dalam waktu yang sangat lama. TIngkat kelembaban yang tinggi membuat perkembangan jamur yang berpotensi menyebarkan virus patogen lagi-lagi menjadi biang keroknya. 

Tidak banyak yang mengetahui bahwa, penggunaan herbisida  terus menerus juga menyebabkan kerusakan yang cukup besar pada spesies jamur mikoriza yang sebenarnya berguna untuk membantu dalam penyerapan hara pada tanaman di dalam tanah, seperti penggunaan jenis trifluralin dan oryzalin (Kelley dan South 1978). Oxadiazon telah diketahui dapat mengurangi jumlah spora jamur (Moorman 1989) sedangkan triclopyr ternyata beracun bagi spesies jamur mikoriza tertentu (Chakravarty dan Sidhu 1987).

Pada pertanian organik, penggunaan kapur sirih di lahan bisa menjadi solusi jangka panjang, apabila diberikan secara teratur dengan batas penggunaan yang wajar. PGPR yang kami produksi di Kebun Rembes BSBcity terdapat kandungan kapur siring yang bisa berperan menghambat persebarannya. Kami mengaplikasikan PGPR ini dua minggu sekali di kebun kami. Dengan metode ini tanaman dapat lebih tahan pada serangan jamur tanah. Di waktu yang sama resiko kerusakan tanaman yang diakibatkan oleh virus patogen dapat diminimalisir.

itsnanim

Leave A Comment