Apa Limbah Yang Anda Punya?

Berkebun seharusnya menjadi kegiatan yang menjadi jawaban dari permasalahan yang kita hadapi sehari-hari. Dengan memasukan rutinitas berkebun di daftar kegiatan sehari-hari kamu seharusnya bukan hanya hanya menambah daftar belanjaan anda, namun bisa menjadi solusi yang dapat anda rasakan secara langsung maupun tidak langsung. 

Pada bulan ini, kami mendapatkan kawan baru yakni Mbak Indah, dan Mbak Rina. Mereka berdua beserta keluarganya berkeinginan untuk membuat lahan yang mereka menjadi produktif menghasilkan sumber pangan sehat untuk keluarga mereka. Sebuah mimpi yang terdengar muluk-muluk bagi sebagian orang, namun sebenarnya sangat sederhana.

Kami tidak akan lupa untuk menanyakan kepada calon kebun dampingan kami tentang limbah apa yang bisa dimanfaatkan untuk berkebun. Limbah yang dimaksud tidak hanya limbah organik bisa jadi limbah sisa-sisa kegiatan industri, plastik, hingga ampas kopi sekalipun. Dengan memanfaatkan limbah domestik, selain dapat menghemat budget belanja ‘setting’ kebun, juga menambahkan nilai yang tidak akan pernah terlupakan pada kebun yang akan kita buat. 

Limbah Rumah Tangga di Salah Satu Calon Kebun Dampingan Baru

Nilai yang kita tambahkan di kebun kita, membuat kita sebagai petani baru di rumah kita, selalu semangat untuk terus menjaga produktivitas kebun kita. Limbah yang sering kita temukan adalah seperti: ban bekas, genteng, dan batu bata bekas yang bisa menjadi pagar bedeng, cangkang telur nutrisi tambahan untuk tanaman kita, botol untuk menampung pupuk cair kita, hingga menjadi pot pembibitan bagi kebun kita. 

Begitu banyak kebaikan yang bisa kita gali dari satu pertanyaan yang selalu tidak lupa kami tanyakan, saat kami mulai mendampingi kebun baru. Hal ini menjadi sangat penting untuk kita tanyakan, karena berkebun adalah saat kita berproses untuk memahami bahwa segala usaha yang dapat kita lakukan tidak selalu menawarkan solusi instan bagi kehidupan kita.

Author

  • I used to work as a Project Development specialist working with International networks such as CCIVS of UNESCO, NVDA, Africa Network, and Pan America, for more than 5 years. I am a multitasking person. I can be placed in several tasks. As a professional, I work independently as a bilingual writer (EN & ID), graphic designer, website developer, and collaborative freelance researcher. In 2017 I decided to establish my enterprise called Bhumi Horta. Now we have Bhumi Horta Ent or temanberkebun.com, Bhumi Media, and Bhumi Horta Foundation.

    View all posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *