KISAH Founder: Acropolis Bercerita

“Bagaimana sebuah negara yang berdiri di atas kepentingan rakyatnya dapat berakhir pada keruntuhan?” Ini adalah pertanyaan yang terngiang-ngiang di kepalaku saat kami mulai menapak anak tangga menunggu pusat kota Athena di masa lampau ‘Acropolis’. Sebuah mahakarya dimana Aristoteles murid Plato mencetuskan ide ‘demos’ dan ‘kratos’ sebuah sistem pemerintahan yang berkembang dan kini diadopsi oleh sebagian negara.

Pilar-pilar besar dihiasi patung-patung yang terukir halus masih berdiri kokoh menopang beberapa reruntuhan kota. Kemegahannya tidak pudar hingga ribuan tahun, membuat kita semakin yakin bahwa kota ini di bangun di atas ide dan mimpi yang sangat besar dan abadi.

Angin kencang di bukit tempat berdirinya situs bukti kejayaan rakyat Athena di masa lalu, seakan merepresentasikan keriuhan rakyat di masa itu. Namun, kini digantikan derasnya pengunjung berdatangan yang juga ingin menjadi saksi kemegahannya.

Semakin takjub rasanya ketika aku tersadar bahwa nama negeriku ‘Indonesia’ berasal dari bahasa Yunani yang apabila diartikan secara literal berarti ‘Kepulauan Hindia”. Masyarakat lokal pun ikut tersanjung saat mereka tahu bagaimana bangsa kita masih menyebut mereka dengan sebutan “Yunani” atau berarti ‘Bangsa Yunan’, yaitu momen kejayaan negeri mereka pada masa sebelum mereka kembali menyebut diri mereka sebagai ‘Hellas’.

Budaya berlayar menjelajah dunia, dicontohkan leluhur mereka. Bukan bertujuan untuk menaklukan suatu bangsa, namun lebih pada tujuan berdagang dan pertukaran kebudayaan. Terbukti banyak catatan perjalanan kuno serta gerabah-gerabah yang terpajang di museum mereka menunjukan begitu dekatnya hubungan budaya nusantara dengan bangsa Yunani di masa lalu.

Proses Olah Lahan
Perabot Rumah

Dalam hal cara bercocok tanam, bentuk cangkul, bajak, alat penumbuk hasil panen, kuali hingga kendi tempat minum memiliki kesamaan bentuk serta fungsi. Sebuah niat yang luhur telah diperagakan oleh orang-orang di masa lalu. Semangat saling berbagi, komunikasi antar budaya yang semestinya terus digalakan hingga masa sekarang.

Crete-Athena, 27 November 2015

Sany

Author

  • I used to work as a Project Development specialist working with International networks such as CCIVS of UNESCO, NVDA, Africa Network, and Pan America, for more than 5 years. I am a multitasking person. I can be placed in several tasks. As a professional, I work independently as a bilingual writer (EN & ID), graphic designer, website developer, and collaborative freelance researcher. In 2017 I decided to establish my enterprise called Bhumi Horta. Now we have Bhumi Horta Ent or temanberkebun.com, Bhumi Media, and Bhumi Horta Foundation.

    View all posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *