Panen Sorgum Uji Coba di Kebun Rembes

Di tengah musim hujan di bulan Februari, kami mulai memanen sorgum yang kamu ujicobakan untuk ditanam dengan mengandalkan tanah kebun rembes. Akhir-akhir ini hujan cukup deras mengguyur wilayah Semarang dan sekitarnya. Sempat ada kekhawatiran kami karena kadang hujan juga disertai angin kencang yang berpotensi merusak tanaman kami. 

Sekilas Mengenai Tanaman Sorgum

Dikutip dari wikipedia.org, Sorgum (Sorghum spp.) adalah sumber pangan serbaguna yang bisa manfaatkan untuk pakan ternak dan bahan baku industri. Sebagai bahan pangan, sorgum sebenarnya layak untuk disejajarkan dengan beberapa tanaman sumber karbohidrat seperti gandum, jagung, padi, dan jelai.  Bahkan sorgum merupakan makanan pokok penting untuk beberapa negara di Asia Selatan dan Afrika sub-Sahara.

Sorgum juga mengandung serat tidak larut air atau serat kasar dan serat pangan, masing-masing sebesar 6,5% – 7,9% dan 1,1% – 1,23%. Kandungan protein pun seimbang dengan jagung sebesar 10,11% sedangkan jagung 11,02%.

Begitu pula dengan kandungan patinya sebesar 80,42% sedangkan kandungan pada jagung 79,95%. Hanya saja, yang membuat tepung sorgum sedikit peminat adalah karena tidak adanya gluten seperti pada tepung terigu. Masyarakat indonesia sudah tenggelam dalam nikmatnya elastisitas terigu, karena tingginya gluten, dan inilah yang membuat adonan mie, dan roti menjadi elastis.

Terlalu banyak makan dari bahan pangan bergluten tidaklah terlalu baik untuk kesehatan, karena dapat menyebabkan celiac disease. Ini merupakan salah satu titik tolak bahwa alternatif tepung yang sehat dapat dikonsumsi adalah tepung sorgum.

Selain itu Sorgum dikenal memiliki manfaat yang lebih baik daripada tepung terigu karena gluten free serta memiliki angka glikemik index yang rendah sehingga turut mendukung tren gerakan konsumen gluten free diet seperti di negara-negara maju.

Proses Pengeringan Sorgum

Dikeringkan Terlebih Dahulu

Setelah 4 bulan lamanya kami rawat, akhirnya pada pekan ini kami memulai memanennya. Akibat dari curah hujan yang cukup tinggi kadar air pada sorgum meningkat dan dibutuhkan proses pengeringan terlebih dahulu. 

Kami mengeringkannya dengan cara mengikatnya sehingga kami bisa mengantungan di rumah singgah kebun kami. Setelah melewati masa pengeringan, sorgum akan masuk ke mesin selep untuk dipisahkan dari kulitnya. Setelah itu sorgum siap untuk digunakan sebagai dimasak atau diolah kembali menjadi tepung.

Author

  • Itsnani Mardlotillah

    I used to work as a Project Development specialist working with International networks such as CCIVS of UNESCO, NVDA, Africa Network, and Pan America, for more than 5 years. I am a multitasking person. I can be placed in several tasks. As a professional, I work independently as a bilingual writer (EN & ID), graphic designer, website developer, and collaborative freelance researcher. In 2017 I decided to establish my enterprise called Bhumi Horta. Now we have Bhumi Horta Ent or temanberkebun.com, Bhumi Media, and Bhumi Horta Foundation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *