Kisah Jakaba yang Hadir di Kebun Rembes

Halo Sobat berkebun! Bagi para penggiat pertanian organik, mungkin sudah akrab dengan kata Jakaba. Jakaba atau akronim dari Jamur Keberuntungan Abadi adalah jamur yang sedang hangat diperbincangkan oleh banyak pihak di dunia maya. Namun sayang sekali hingga saat ini kami dari tim Teman Berkebun belum mendapatkan dokumen ilmiah yang benar-benar menjelaskan secara detail terkait dengan keberadaan jamur yang konon dapat menjawab beberapa permasalahan petani di lahan. 

Sedikit cerita mengenai kehadiran Jakaba di Kebun Rembes adalah dimulai saat tim kami memulai produksi beberapa pupuk yang kami pergunakan untuk merawat tanaman di Kebun Rembes pada awal bulan Januari. Pada bulan Februari kami sudah mendeteksi adanya beberapa spora jamur yang kami temukan di cairan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) yang kami buat. Namun, karena beberapa pertimbangan, kami harus membuangnya. Kami belum mendeteksi sebagai jamur jakaba karena bentuknya yang dengan jamur patogen yang jelek bagi tanaman yang kami tanam. 

Jakaba di Bulan Ketiga

Namun saat kami sedang membuat POC (Pupuk Organik Cair), dengan menggunakan campuran PGPR yang kami buat, kami tidak membersihkan bagian atas permukaan tempat fermentasi.Bentuk yang menyerupai Jakaba kami deteksi di bulan kedua. Lalu kami memilih untuk membiarkan untuk melihat reaksi selanjutnya. Alangkah, terkejutnya kami ternyata jamur yang kami temukan pertama kali sebesar telapak tangan manusia itu sekarang sudah sebesar tiga kali lipat dari ukuran sebelumnya di bulan ketiga. 

Setelah kami mencari beberapa referensi, kami menyimpulkan jamur ini tumbuh karena ada kandungan air leri pada POC kami. Bahan ini adalah bahan utama yang sempat dipopulerkan oleh Aba Junaidi Sahidi untuk menangkap jamur Jakaba. Berdasarkan pemaparan beliau, jamur ini juga dapat tumbuh di air dedak, namun juga dapat muncul secara alami tanpa intervensi manusia pada pohon bambu yang sudah mati, hingga kulit – buah. 

Berdasarkan penelusuran kami, beberapa temuan para petani di lapangan masih merupakan temuan awal yang berasal dari pengalaman langsung yang mereka dapatkan di lapangan.Kami berharap hal ini dapat memancing para peneliti di Indonesia untuk meneliti lebih dalam terkait seluk beluk jamur ini. Karena fakta di lapangan membuktikan jamur ini sangat bagus untuk diaplikasikan pada masa vegetatif tanaman. Karena konsentrasi Fosfor dan Nitrogen yang sangat tinggi. 

Jakaba seperti dilansir oleh kontributor kolom diskusi Kaskus, Jakaba terbukti ampuh untuk mengatasi tanaman kerdil. Jakaba berpotensi mengandung bakteri Pseudomonas fluorescens, Bakteri Pektolitik pektin, dan bakteri Xanthomonas maltophilia ini memiliki banyak manfaat lain untuk tanaman. Jakaba diharapkan dapat mengatasi pertumbuhan tanaman yang kerdil, memperpanjang umur tanaman, mengatasi layu fusarium, melindungi akar tanaman dari patogen dan sebagai pupuk organic cair bagi tanaman. 

Air leri (air cucian beras) yang menjadi bahan utama pembuatan POC kami sebenarnya mengandung beberapa unsur penting fosfor, vitamin B3 , vitamin B6, vitamin B1, mangan (Mn), zat besi (Fe), serat, dan asam lemak esensial. Komposisi tersebut sudah dikenal di kalangan penggiat pertanian organik menjadi prekursor yang dapat mengoptimalkan beberapa fungsi hormon auksin, giberelin dan alanin. Sedangkan, jakaba yang tertangkap dan berkembang di atasnya, tidak memiliki unsur yang cukup untuk tanaman pada tahapan generatif. Seperti dilansir pada kutipan pembicara pada video youtube (tautan) Sehingga kita perlu menambahkan beberapa elemen organik yang lain untuk menambah unsur hara tanah untuk memaksimalkan produktivitas lahan. 

Dalam waktu dekat tim Teman Berkebun akan melakukan tindakan berupa percobaan aplikasi pada tanaman kami yang bermasalah di lahan kami. Beberapa reaksi yang ada di lahan akan coba kami dokumentasi dan bagikan pada halaman sosial media kami atau website kami untuk sobat berkebun. Yuk! belajar bareng demi pertanian Indonesia yang lebih berkelanjutan.

itsnanim

Leave A Comment