Panen Empon-Empon di Kebun Rembes

Hujan yang terus mengguyur Kebun Rembes menjadi berkah tersendiri bagi kami. Beberapa tanaman empon-empon yang tanam di akhir tahun 2021 ternyata sudah merontah inin dipanen terlihaaat dari daun tunya yang mulai menguning. Fenomena kemarau basah yang diperkirakan akan berlanjut hingga bulan depan, membuat kami perlu mengatur strategi yang kami terapkan di lahan. Anomali cuaca yang dirasakan beberapa bulan ini membuat subur jamur tanah, khas tanah bekas berkebunan pohon keras seperti hal kebun rembes yang notabene adalah bekas lahan perkebunan karet.

Empon-empon sejatinya tumbuh di area teduh. Dia tidak membutuhkan sinar matahari secara langsung. Di Kebun Rembes, beberapa empon-empon seperti jahe, kunir mangga, temu giring, dan temu ireng kami tanam di bawah pohon asem jawa yang tumbuh besar dan kami lestarikan di tengah pengembangan kebun permakultur di rembes.

Pohon asam ini memiliki letak yang strategis. Ketika anda masuk kedalam Kebun Rembes, pohon asam jawa ini akan langsung menyambut dengan kemegahan dahan-dahannya. Pohon ini adalah saksi kebun yang kini kami namai dengan nama Kebun Rembes. Sempat menjadi kebun kopi hingga akhirnya alih fungsi lahan untuk pohon karet, lahan yang sedang kami kembangkan juga sempat menjadi tempat pemeliharaan babi hingga kuda.

Beberapa empon-empon yang kami tanam juga sebenarnya berasal dari dalam hutan karet yang mengelilingi kebun kami. Beberapa empon-empon nampaknya sengaja ditanam dan dibiarkan begitu saja, namun ada juga memang adalah upaya hewan liar sekitar. Berbagai jenis empon-empon yang akhirnya kami temukan, kami putuskan untuk mengapdosinya di kebun yang sedang kita kembangkan.

Menanam empon-empon di lahan kebun rembes tidak menemui tantangan berarti seperti halnya tanaman produksi lain yang kami tanam. Habitat sekitar yang cenderung teduh membuat berbagai jenis empon-empon yang kami tanam dapat tumbuh subur. Beberapa sisa umbi-umbian empon-empon yang kita panen kami tinggalkan agar dia dapat tumbuh kembali hingga pasa panen empon-empon selanjutnya.

Author

  • Itsnani Mardlotillah

    I used to work as a Project Development specialist working with International networks such as CCIVS of UNESCO, NVDA, Africa Network, and Pan America, for more than 5 years. I am a multitasking person. I can be placed in several tasks. As a professional, I work independently as a bilingual writer (EN & ID), graphic designer, website developer, and collaborative freelance researcher. In 2017 I decided to establish my enterprise called Bhumi Horta. Now we have Bhumi Horta Ent or temanberkebun.com, Bhumi Media, and Bhumi Horta Foundation.

    View all posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *