NEED TO WATCH: Belajar Berkebun Sambil Mengembalikan Marwah Alam

Tidak jarang kita merasa sendiri ketika kita mulai berkebun. Begitu banyaknya informasi yang dapat kita unduh dari media daring maupun luring kadang membuat semakin bingung dimana kita akan memulai perubahan di lingkungan terdekat kita. Keresahan inilah yang membuat kami mencetuskan ide dengan mendirian CV Bhumi Horta di tahun 2017, yang kemudian kami re-branding dengan nama Teman Berkebun pada pertengahan tahun 2018. 

Setelah lebih dari lima tahun kami berjalan, kami banyak menemui kondisi dimana kami merasa didukung, namun juga kadang Tuhan sebagai penguasa semesta berkehandak memberikan kami sedikit ujian yang pada kahirnya membuat kami semakin kuat. Banyaknya orang datang silih berganti, berbanding lurus dengan banyak juga ilmu serta pelajaran yang kami timba. Tiada kata yang dapat menggabarkan, selain rasa syukur atas capaian yang kita peroleh hingga kini. 

Kami mendapatkan kesempatan untuk mengobrol seru dengan ‘Gajahmada Group Channel’ tempo hari. Kami berbagai cerita tentang mengapa kami memberanikan diri untuk membuat ‘Teman Berkebun’ dan mengapa bidang ini yang kami pilih untuk menggantungkan nasib hidup kami kedepan. Silahkan kunjungi link berikut atau buka kanal youtube Gajarmada Group Channel dan cari rekaman obrolan kami berjudul: “Belajar Berkebun Sambil Mengembalikan Marwah Alam”

Author

  • I used to work as a Project Development specialist working with International networks such as CCIVS of UNESCO, NVDA, Africa Network, and Pan America, for more than 5 years. I am a multitasking person. I can be placed in several tasks. As a professional, I work independently as a bilingual writer (EN & ID), graphic designer, website developer, and collaborative freelance researcher. In 2017 I decided to establish my enterprise called Bhumi Horta. Now we have Bhumi Horta Ent or temanberkebun.com, Bhumi Media, and Bhumi Horta Foundation.

    View all posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *