Sekilas Kebun Rembes di Penghujung Musim Penghujan

Teman Berkebun bekerjasama dengan PT Karyadeka Alam Lestari (BSB City) melakukan inisiasi pembuatan kebun permakultur di area Mijen, Kota Semarang pada pertengahan tahun 2020. Saat ini kebun permakultur dengan luas hampir 3 hektar telah melewati beberapa kali musim panen. Berikut ini kami ingin berbagai tentang kabar terbaru dari kebun mitra kami ini. 

Di penghujung musim penghujan, kami mulai berfikir untuk menganti beberapa tanaman musiman yang sudah terlalu jenuh pasca melewati musim penghujan dari bulan desember hingga aal bulan maret. Tanaman yang saat ini dalam pemantauan adalah tanaman cabe-cabean yang cenderung menurun produksinya, padahal kebutuhan kami akan panen cabe cukup tinggi belakangan ini sehingga kami memutuskan untuk menganti beberapa pohon cabe yang kami tanam di musim kemarau sebelumnya.  

Bedeng Herba Eropa yang Memanfaatkan Bekas Kolam Lateks/Lem

Bedeng kolam lateks sejaitnya akan kami peruntukan untuk menanam beberapa tanaman herba eropa seperti rosemary, mint, thyme dan oregano. Satu buah bedeng kolam lateks telah kami hadirkan di kebun strawberry dengan tutup atap dengan menggunakan plastik UV. Kali ini bedeng ini akan kami terapkan outdoor untuk melihat bagai perkembangan sistem wicking beds tanpa atap. 

Bedeng produksi juga sudah mulai hadir di area lainnya. Lokasi ini dulunya hanya ditumbuhi tanaman buah kelengkeng dan durian dengan vegetasi yang cukup rapat karena perawatan yang minim. Kali ini kami berkeinginan untuk menyandingkannya dengan beberapa tanaman hortikultura yang memang dibutuhkan. 

Curah hujan yang relatif rendah di dua pekan terkahir diperkirakan pertanda musim kemarau akan datang lebih awal. Jenis-jenis komoditas perlu disesuaikan dengan musim yang akan dihadapi. Kami telah menempatkan beberapa beberapa komoditas yang akan tetap panen sepanjang tahun dan memastikan area kebun kami tetap lembab dalam waktu yang lebih lama (misal: markisa, gingseng jawa, jinten, pepaya jepang). Di sekitar bedeng kami sudah siap untuk ditanam beberapa tanaman produksi seperti cabe, tomat dan terong. 

Author

  • Itsnani Mardlotillah

    I used to work as a Project Development specialist working with International networks such as CCIVS of UNESCO, NVDA, Africa Network, and Pan America, for more than 5 years. I am a multitasking person. I can be placed in several tasks. As a professional, I work independently as a bilingual writer (EN & ID), graphic designer, website developer, and collaborative freelance researcher. In 2017 I decided to establish my enterprise called Bhumi Horta. Now we have Bhumi Horta Ent or temanberkebun.com, Bhumi Media, and Bhumi Horta Foundation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *