Jeda Berkebun: Mengapa Sebuah Bisnis Memilih Untuk Bertahan?

Pilihan untuk berbisnis, adalah bukan keputusan yang mudah, Apalagi kalau pilihan tersebut diambil pada saat kita masih duduk di bang kuliah. Ya, itu adalah sebuah kalimat yang muncul begitu saja saat kami kembali diundang oleh IMA (Indonesia Marketing Association) SC Undip untuk Marketing Days 2023. Ini bukan kami pertama Teman Berkebun berpartisipasi pada salah satu proker dari suatu organisasi intra kemahasiswaan yang berfokus pada hal yang berhubungan dengan bisnis ini. Namun, setiap kami mendapat tawaran untuk berbicara di depan mahasiswa rasanya badan ini tergerak untuk datang dengan hanya berbekal pengalaman yang telah kami lalui bersama Teman Berkebun. 

Today Marketing adalah event tahunan yang bertujuan untuk memberikan wadah bagi usahawan muda untuk bertemu dengan beberapa pelaku bisnis yang telah menjalankan bisnisnya, serta menyediakan peluang untuk mengembangkan ide bisnisnya ke arah yang lebih baik. Pada tahun ini Todays Marketing, mengangkat tema “Elevate Your Business Skill by Mastering Digital Marketing”. 

Teman Berkebun adalah perusahaan rintisan yang berdiri pada tahun 2018, yakni 1 tahun berselang setelah kami mendirikan Yayasan Bhumi Horta sebagai induk organisasinya. Sany dan Ifa adalah pasangan suami istri yang ada di belakang inisiasi ini. Sempat melalui pasang surut, Teman Berkebun sebagai badan usaha tetap berdiri hingga menginjak tahun keenam. Semua tahapan yang dilalui kami anggap sebagai perjalanan hidup yang perlu kita ambil hikmahnya untuk lebih mantap menatap kedepan. 

Pada sesi Today Marketing, Sany memaparkan bagaimana Teman Berkebun dapat mencitrakan dirinya melalui platform sosial media dan e commerce. Sejatinya, banyak pilihan aplikasi berbasis android, hingga web, yang dalam menunjang kegiatan kita dalam mengelola konten di sosial media untuk bisnis kita. Selain Google My Business, dalam kesempatan pertemuan ini kami memberikan contoh lain seperti penggunaan Meta Business Suites. Dua aplikasi berbasis web dan android ini gratis, sehingga dapat digunakan untuk para pelaku bisnis yang sedang merintis. 

Namun, ada hal yang lebih penting untuk diperhatikan apabila ingin bisnis kita dapat bertahan dalam waktu yang cukup lama. Dengan mengambil contoh dari negara sakura dimana banyak perusahaan yang telah berumur hingga 1 abad, dan menelisik apa alasan dibalik semua perusahaan itu masih eksis hingga sekarang. Dari analisa kami, ternyata ada tiga hal yang cukup pokok yakni, kemampuan mereka memahami pelanggan, bisnisnya memiliki keunikan yang hingga sulit untuk ditiru, kebanyakan bisnis ini diturunkan kepada keturunannya dan dijadikan suatu cara keluarga mereka bertahan hidup hingga sekarang. 

Jika kita melihat kebelakang sejenak, tahun dimana kami menjadi mahasiswa sangatlah berbeda dengan keadaani dewasa ini. Semakin banyak mahasiswa yang tertarik untuk berbisnis dengan bakat dan passion yang mereka miliki. Di waktu yang bersamaan banyak bisnis yang gulung tikar di usia dini. Alasan yang paling mencolok adalah rendangnya komitmen dari si pemilik usaha pada usaha yang sedang mereka geluti. Serta, gagalnya perusahan-perusahaan ini memberikan solusi jangka panjang kepada para pelanggannya. 

Dalam konteks yang nyata bagi kami adalah, ketika bisnis kita diselamatkan oleh pelanggan kita yang sekaligus teman kita selama kita menjalankan bisnis adalah capaian kesukesaan yang harus kita apresiasi. 

Komitmen yang dibangun pada akhirnya nasibnya ada di tangan si pemilik usaha, apakah dia akan tetap teguh untuk bertahan atau meletakkannya dan pergi begitu saja. Lika liku menjadi seorang pelaku bisnis, pada akhirnya menguji sensitifitas kita untuk untuk mengambil hikmah dari segala hal yang kita hadapi. Untuk itu penting bagi para pebisnis muda untuk menguatkan mental dan mengencangkan ikat pinggang untuk menghadapi segala ujian yang ada.

Author

  • I used to work as a Project Development specialist working with International networks such as CCIVS of UNESCO, NVDA, Africa Network, and Pan America, for more than 5 years. I am a multitasking person. I can be placed in several tasks. As a professional, I work independently as a bilingual writer (EN & ID), graphic designer, website developer, and collaborative freelance researcher. In 2017 I decided to establish my enterprise called Bhumi Horta. Now we have Bhumi Horta Ent or temanberkebun.com, Bhumi Media, and Bhumi Horta Foundation.

    View all posts
Tags :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *