Kegiatan bersama Mas Aditya sudah menginjak pekan kedua. Beliau adalah satu dampingan dari Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang. Kegiatan dilakukan di dua titik kegiatan yakni di Kebun Konco Tani Nurul Haq di Sendangguwo, Tembalang, Kota Semarang dan Kebun Qita, yang beralamat di Jalan Kyai Saleh No. 13, Kota Semarang.
Pada pekan kedua Mas Aditya belajar tenang ragam tanaman produksi mulai dari tanaman musiman hingga tanaman perenial. Kombinasi kedua menjadi salah satu indikator bahwa kebun menuju kearah yang dapat memberdayakan dirinya sendiri. Kebun memiliki kemampuan untuk menyediakan kebutuhan pangan pemilik lahan sepanjang tahun. Surplus dari panen setiap periodenya dapat dibagikan kepada masyarakat sekitar atau diperjual belikan dengan perhitungan yang wajar dan adil.
Tanaman musiman, adalah tanaman yang sering kita temukan di beberapa lahan pertanian konvensional. Para petani biasanya akan menanam tanaman yang seragam untuk mendongkrak angka produksi demi hasil panen yang maksimal. Walaupun pada pada prakteknya mereka perlu melakukan kegiatan perawatan yang cukup membekakkan ongkos produksi mereka dengan menggunakan pupuk sintetis dan pestisida kimia. Padahal permasalahan ini dapat secara bertahap diatasi atau ditanggulangi jika kita menghadirkan keanekaragaman hayati di kebun kita.
Tanaman perenial adalah tanaman yang tidak membutuhkan detail perawatan yang njlimet dan ribet karena biasanya mereka adalah tanaman liar yang kita adopsi kebun kita. Beberapa dari tanaman ini memiliki keahlian sendiri untuk menghalau hama dan penyakit apabila disandingkan dengan tanaman lain sehingga terciptalah sebuah ekosistem yang menopang satu sama lain. Namun, pemahaman karakter serta potensi baik maupun buruk setiap tanaman yang kita pilih adalah kunci agar terjadi harmoni di kebun kita.
Penerapan keanekaragaman yang telah kami ujicobakan adalah sebagai berikut: Kami ingin menanam beberapa tanaman yang merupakan komoditas penting untuk kantin sehat “Dapur Kebun Qita” di Kebun Qita. Komoditas tersebut adalah Cabe, terong, dan tomat. Di dalam satu bedeng kita mengkombinasikan Cabe dan terong secara berselingan. Tomat kita kelompokkan di di satu bedeng khusus karena mereka memiliki potensi alelopati sehingga dapat menghambat pertumbuhan tanaman yang tumbuh di sekitarnya.
Di Bedeng yang sama kami tanam beberapa tanaman yang berpotensi untuk mendukung tumbuhnya komoditas utama kami dan harapannya dapat menunjang ketersediaan nutrien dari aktivitas pertumbuhannya. Tanaman tanaman tersebut adalah sebagai berikut: kenikir dan daun jinten yang memiliki keahlian dapat menghalau datangnya serangga tertentu dari potensi aroma khusus yang menyamarkan bau di sekitar, bayam brasil dan gingseng jawa juga memiliki potensi untuk mendampingi karena sifatnya yang irit nutrisi dan berpotensi menyimpan air di batangnya sehingga kebutuhannya akan air dapat terjaga.

Beberapa tanaman yang berpotensi untuk mendampingi lainnya adalah seperti tanaman sereh yang memiliki bau yang tidak disukai hewan pengerat dan bertaring seperti kucing dan anjing. Sehingga mereka tidak membuang kotorannya di bedeng, yang akan berpotensi merusak tanaman. Selain itu kembali ke pembelajaran pekan pertama, parit kompos juga dapat dihadirkan karena dia akan sangat berguna untuk melembabkan bedeng di tengah cuaca dengan suhu yang cukup ekstrim saat ini.
Parit kompos adalah lobang pengoposan di tengah bedeng dengan menerapkan Cold Composting dimana mengandalkan mikroba di dalam tanah untuk melakukan kegiatan pengomposan. Kehadiran instalasi ini di bedeng kita juga menjadi sumber nutrisi jangka panjang untuk tanaman yang kita tanam di sekitarnya.