Pada hari kedua kegiatan magang, kami masih berada di Kebun Konco Tani Nurul Haq bersama dengan Pak Kris dan Mas Rengga. Fokus kegiatan kami pada hari tersebut adalah olah tanah, yang melibatkan kegiatan membersihkan gulma yang tumbuh di lahan kebun. Pembersihan lahan dari tumbuhan liar menjadi bagian penting dari pengolahan tanah. Karena keberadaan tanaman liar seperti rerumputan berpotensi menghambat penyerapan nutrisi oleh tanaman utama pada masa mendatang.
Gulma yang berhasil kami kumpulkan selanjutnya dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk pembuatan pupuk kompos menggunakan metode Berkeley, selain itu beberapa jenis tanaman juga dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati. Metode pengomposan Berkeley dikenal sebagai metode pengomposan yang cepat dan efisien, metode ini dikembangkan oleh University of California, Berkeley. Metode ini mampu mengatasi lamanya waktu pengomposan dengan proses yang relatif cepat, hanya sekitar 2 minggu hingga 18 hari.

Langkah pembuatan Berkeley yakni dengan membuat lubang dengan kedalaman tertentu, kemudian kotoran kambing, ranting pohon, gulma hasil pembersihan lahan, dan gedebog pisang dimasukkan ke dalam lubang secara berlapis lapis hingga lubang terisi penuh. Selain menghasilkan pupuk kompos yang kaya nutrisi, metode ini memiliki dampak positif pada tanaman di sekitarnya. Nutrisi yang dihasilkan dari proses pengomposan dapat diserap oleh tanaman hingga radius 3 meter dari lubang, sehingga dapat mendukung untuk pertumbuhan dan kesehatan tanaman di sekitarnya.
Penulis: Aisiya Febrinia Putri (Agroekoteknologi Undip 2022)
Editor: Dimas Faisal
Tim Penulis: Internship Teman Berkebun x HMD Pertanian Undip