Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) merupakan salah satu pupuk alami atau bio-fertilizer untuk tanaman pangan dan hortikultura yang berfungsi sebagai agen hayati pada fase vegetatif dengan memanfaatkan rhizobacteria sebagai mikroba aktif di dalam kandungan biang PGPR. PGPR menjadi salah satu alternatif yang baik bagi para petani untuk meminimalisir ketergantungan menggunakan pupuk kimia Faktanya, banyak petani yang belum menggunakan bahkan memproduksi PGPR sendiri karena kurangnya pengetahuan tentang cara pengolahan PGPR, manfaat PGPR, dan pengaplikasian langsung ke tanaman.
Teman Berkebun bekerja sama dengan “Konco Tani” untuk mendedikasikan kepada mahasiswa internship dari Universitas Diponegoro, Fakultas Peternakan dan Pertanian serta dipandu oleh tim penyuluhan dari Dinas Pertanian Kota Semarang. Para internship diharapkan dapat mengaplikasikan serta dapat membagi ilmu pengetahuannya kepada para petani. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 18 Januari 2024 berlokasi di kebun konco tani daerah Sendangguwo, Kec. Tembalang, Kota Semarang.
Cara Pembuatan PGPR
Pembuatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) terdiri dari beberapa langkah, yaitu:
- Langkah pertama yaitu menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan, diantaranya yaitu: panci, kompor/kayu bakar, 1 kg bekatul, 3 kapur sirih, 4 bungkus terasi, 1 liter molase (tetes tebu), 20 liter air bersih, dan 1 liter biang rendaman akar bambu (biang PGPR).
- Langkah kedua, menyiapkan biang PGPR yang dapat diperoleh dari 250 gr akar bambu/ilalang/tanaman legum/putri malu (kombinasi) ke dalam 1 liter air bersih dan difermentasi selama 21 hari atau selama sudah mengeluarkan bau yang tidak sedap dalam keadaan gelap.
- Sembari menyiapkan biang, dapat dilakukan pembuatan makanan/nutrisi biang PGPR dengan cara mencampurkan bahan-bahan berupa bekatul, kapur sirih, terasi, tetes molase, ke dalam rebusan air bersih, bila bahan-bahan sudah homogen, matikan api dan didiamkan hingga larutan dingin.
- Setelah larutan makanan/nutrisi biang sudah dingin dapat dicampurkan dengan biang yang sudah difermentasi, hal ini berfungsi agar biang dapat bekerja dan bertumbuh dengan baik.
- PGPR yang sudah tercampur dengan biang difermentasi selama 5-7 hari sebelum diaplikasikan.
Pengaplikasian PGPR
Pengaplikasian dari PGPR sendiri yaitu dibedakan menjadi dua, yaitu dalam skala besar dan skala kecil. Dalam penggunaan skala besar, PGPR dapat diaplikasikan ketika olah lahan dengan dosis 1 liter PGPR dicampur dengan air bersih 20 liter. Setelah diaplikasikan ke lahan, tunggu selama kurang lebih 2-3 minggu sebelum dilakukan penyemaian/penanaman kembali.
Sedangkan untuk penggunaan skala kecil, PGPR diaplikasikan ketika menanam menggunakan polybag dengan dosis yang sama tetapi bisa langsung disemai tanpa diberi jarak waktu. Sebelum melakukan penyemaian, dianjurkan untuk merendam biji tanaman menggunakan PGPR selama 15 menit untuk proses skarifikasi (pemecahan kulit biji), sehingga tanaman dapat lebih cepat tumbuh.
Manfaat
Manfaat dari penggunaan PGPR yaitu melindungi tanaman dengan cara menghambat aktivitas patogen karena beberapa bakteri PGPR seperti bacillus subtilis mampu memproduksi racun yang mampu melawan cendawan patogen. PGPR juga mampu meningkatan kualitas pertumbuhan tanaman dengan produksi hormon (ZPT), kemampuan fiksasi N untuk meningkatkan ketersediaan unsur N dalam tanah. Salah satu hormon yang banyak dihasilkan PGPR adalah IAA. Hormon tersebut berperan meningkatkan pertumbuhan akar tanaman. Jika pertumbuhan akarnya baik, tanaman dapat tumbuh sehat. Senyawa anti etilen yang dihasilkan PGPR juga menunjang pertumbuhan tanaman karena bisa mencegah penuaan.
Product Knowledge
- Takaran : 1 liter PGPR diberi 20 liter air biasa
- Cara pemakaian/pengaplikasian : Aplikasi PGPR dilakukan dengan cara melarutkannya terlebih dahulu dalam air biasa dengan perbandingan 1:20, yang berarti 1 liter PGPR dilarutkan ke dalam 20 liter air. Campuran ini kemudian dapat dikocorkan ke media tanam atau disemprotkan ke seluruh bagian tanaman. Dianjurkan untuk mengaplikasikan PGPR pada pagi hari sebelum pukul 08.00 WIB atau pada sore hari setelah pukul 17.00 WIB, saat matahari belum muncul sepenuhnya atau sudah mulai tenggelam.
- Manfaat : Membantu tanaman budidaya tumbuh dan menghasilkan hasil panen yang lebih baik, serta meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit dan serangan hama. Bakteri yang terdapat dalam PGPR dapat meningkatkan pertumbuhan akar, diameter batang, memperkokoh batang, serta kandungan klorofil tanaman.
do :
- Gunakan dosis PGPR yang sesuai dengan anjuran.
- Aplikasikan PGPR dengan cara yang benar.
- Terapkan PGPR pada waktu yang tepat, pada pagi hari sebelum pukul 08.00 WIB atau pada sore hari setelah pukul 17.00 WIB
- Lakukan perawatan tanaman dengan baik setelah aplikasi PGPR.
don’t :
- Jangan melebihi dosis yang direkomendasikan.
- Jangan mengaplikasikan PGPR pada cuaca yang sangat panas atau terik.
- Jangan mencampur PGPR dengan pestisida atau herbisida.
Editor: Dimas