Setelah bulan Ramadhan usai, kami segera mengagendakan pembuatan ‘key hole plant beds’ yang bakal menjadi demo plot bagi SMP Negeri 31 Semarang. Key hole plant beds menyatukan konsep parit kompos atau biopori yang akrab di telinga para penggiat berkebun organik, dengan bedeng hugel/layering yang sering kami sosialisasikan melalui beberapa kanal media sosial kami.
Eksekusi kegiatan bersama PPG Unnes ini telah sukses terlaksanan hari Rabu tanggal 24 April 2024 pukul 9 pagi hingga 2 sore hari. Kegiatan pembuatan ‘key hole plant beds’ ini diikusi oleh beberapa jajaran guru dan tim adi wiayata dari kelompok murid yang menyempatkan diri di tengah kegiatan belajar mengajar pada hari itu. Selanjutnya dilanjutkan pada hari jumat, 3 Mei 2024 untuk penanaman bibit tanaman.
Parit Kompos yang dibuat dari galon bekas yang dipotong bagian atas dan bawahnya, lalu kami susun bertumpuk. Lalu kami letakan di tengah bedeng yang berbentuk 3/4 lingkaran dengan perkiraan diameter kurang lebih 3 meter. Bedeng hugel mengelilingi parit kompos dengan lapisan dedaunan kering dan rating-ranting dengan alas batang pohon pisang (debog) yang sudah kami cacah sebelumnya di lapisan paling bawah. Lapisan selanjutnya adalah pupuk kandang setengah matang yang sudah saya siapkan sebagai aktivator agar proses pengomposan dapat terjadi.

Lapisan bedeng selanjutnya, kami tutup dengan daun kering yang cukup tebal, sebelum kami lapisi dengan tanah lokal dan media tanam yang sudah kami persiapkan sebelumnya. Setelah kami penuhi bedeng dengan lapisan berupa media tanam, selanjutnya kami aplikasi PGPR (Plant Growth Promoting Rizhobacteria) yang sudah kami larutkan. Setelah itu kami tutup kembali bedeng dengan daun kering untuk mengunci kelembaban bedeng sehingga bedeng akan siap ditanami dalam kurun waktu 2 – 3 minggu kedepan.
Bedeng ini bisa menjadi solusi untuk mengolah limbah daun kering yang cukup melimbah di lokasi ini. SMP Negeri 31 Semarang adalah salah satu sekolah adi wiyata yang cukup luas dengan kerapatan vegetasi tingkat sedang. Sehingga banyak daun kering berserakan dan tersedia embung air yang diisi ikan air tawar yang bisa menjadi sumber mikroorganisme lokal untuk kegiatan pengomposan mereka ke depan.

Kami berharap agar demo plot yang kami buat dapat menjadi inspirasi bagi para guru dan murid yang senantiasa hadir dalam setiap kegiatan kami untuk meneruskannya di masa yang akan datang. Teman Berkebun sebagai tenaga ahli yang ditunjuk dalam pelaksanaan proyek kecil ini, berharap komunikasi dapat terjalin sehingga project ini dapat terpantau dengan baik dan sukses di masa mendatang.
Keberhasilan kegiatan ini juga atas dukungan dari para mahasiswa PPG Unnes yang mengambil peran penting dalam memberikan semangat pada kita semua untuk merealisasikan kegiatan ini. Harapan kami kedepan, proyek ini dapat menginspirasi sekolah sekolah lain yang menghadirkan kegiatan berkebun di lingkungan sekolah yang menjadi solusi dari permasalahan lingkungan yang mereka hadapi, bukan malah menjadi beban kegiatan apalagi sebuah anggaran yang akan berujung pada kebuntuan.