Kalimat “mau nanam apa?” adalah salah satu dari beberapa pertanyaan yang sering muncul ketika kita ingin mulai berkebun berkebun. Biasanya, pertanyaan tersebut dilatarbelakangi oleh pemikiran mengenai benefit dari kegiatan berkebun secara langsung. Ada latar belakang ekonomi bagi mereka yang berniat berbisnis di bidang ini. Di sisi lain, adapun bagi mereka dengan latar belakang tertentu yang mempertimbangkan nutrisi apa saja yang perlu mereka tanam untuk kebutuhan individu bagi keluarga mereka.
Sempitnya lahan di kawasan perkotaan serta kesadaran masyarakat yang masih rendah akan pentingnya kegiatan berkebun, menjadi tantangan selanjutnya. Namun dengan solusi teknik pertanian perkotaan yang kami tawarkan di teman berkebun membuat persoalan ini bukan menjadi hambatan yang berarti.
Tidak membutuhkan lahan yang luas namun tetap menyediakan nutrisi yang cukup bagi keluarga. Tentunya hal ini bisa menjadi tawaran yang menggiurkan bukan? Ditambah dengan masa panen yang tidak terlalu lama, tentu dapat menekan biaya produksi pertanian berkali-kali lipat. Teknik budidaya yang bisa diterapkan adalah Microgreen.

Sayuran microgreen dapat dipanen pada usia yang sangat belia, yakni 7-14 hari setelah semai. Pada tahap benih, pada dasarnya tumbuhan mengandung semua nutrisi, vitamin dan mineral yang dibutuhkannya untuk tumbuh, melindungi diri sampai proses perkecambahan dimulai. Saat benih disemai maka tunas akan muncul. Tanaman mulai menggunakan semua nutrisi yang disimpan di dalam benih untuk mulai membentuk batang, akar dan daun pertama. Dalam kurun waktu kurang lebih 2 minggu, snzim- enzim yang ada di dalam benih mulai aktif bekerja.
Penggunaan sayur microgreen sangat populer di beberapa restoran ternama di beberapa Negara. Beberapa fungsinya terutama untuk garnishing, campuran salad, dan bahan tambahan untuk jus. Mengonsumsi microgreen memberikan kesan cita rasa khas yang tidak terdapat pada sayuran dewasa. Journal of Agricultural and Food Chemistry pada tahun 2018 menunjukkan bahwa sayuran microgreen memiliki asupan nutrisi dan vitamin yang lebih banyak dibandingkan dengan sayuran dewasa.
Beberapa ahli merilis penelitian yang menyatakan bahwa hampir semua jenis sayur microgreen mengandung empat sampai enam kali lebih banyak zat gizi yang menguntungkan, seperti vitamin C, vitamin E dan betakaroten. Tiap jenis microgreen memiliki kelebihan zat gizi berbeda satu sama lain. Apabila dikonsumsi oleh manusia tentunya dapat memberikan dampak positif bagi tubuh.
Kelebihan lain yang dimiliki oleh microgreen adalah perawatannya yang cukup mudah. Microgreen tidak memerlukan pestisida pabrikan sehingga sayuran ini dapat menjadi solusi asupan nutrisi tambahan bagi keluarga anda. Di waktu yang sama gema gaya hidup sehat semakin menjauh, sedangkan keberadaan petani penyedia sayur ini masih relatif terbatas. Sedangkan minat masyarakat terhadap sayuran ini semakin meningkat. Bagaimana? Masih ragu menjadi petani microgreen kota?