Penyemaian Dan Penanaman

Menyiapkan benih agar menjadi bibit yang siap tanam merupakan hal penting dalam bertani. Penyemaian bibit merupakan proses yang perlu kita ketahui untuk menyiapkan benih tanaman sebelum proses penanaman dimulai. Oleh karenanya, kita perlu mempersiapkan media penyemaian terlebih dahulu. Sebenarnya ada banyak media penyemaian yang bisa dipilih, seperti menggunakan sekam bakar, rockwool, maupun kain flanel. Namun media penyemaian yang sering digunakan adalah rockwool. Karena penggunaannya yang lebih praktis  dengan biaya yang terjangkau. Maka proses penyemaian yang akan dipelajari lebih lanjut yaitu penyemaian dengan menggunakan media tanam rockwool.

Seedling

Penyemaian Tanaman 

Proses penyemaian memiliki konsep yang sama, yaitu proses untuk menumbuhkan benih tanaman menjadi kecambah hingga menjadi bibit tanaman dengan cikal daun minimal 4 lembar. Media tanam yang berbeda tentu memiliki cara penyemaian yang juga berbeda. Tetapi point penting yang harus dipahami dalam proses penyemaian yaitu menyimpan benih ditempat yang gelap untuk merangsang hormon auksin yang berperan dalam proses pertumbuhan benih menjadi kecambah. Dan point kedua ialah memberikan perlakuan yang baik pada benih yang sudah menjadi kecambah dengan memberikan cahaya matahari agar proses fotosintesis membantu pertumbuhan cikal daun pada kecambah. Hal terpenting lainnya yang harus diperhatikan adalah menjaga kelembaban media tanam, baik sekam maupun rockwool. Karena media tanam yang kekurangan kelembaban akan menjadikan kecambah kering, sedangkan media tanam yang terlalu lembab akan menjadikan kecambah membusuk. 

Peralatan yang Perlu Disiapkan

Peralatan yang perlu disiapkan untuk proses penyemaian dengan media rockwool diantaranya adalah tusuk gigi, penampan, plastik, pisau, dan yang paling penting adalah benih tanaman yang akan disemai. Peralatan semai bisa disesuai dengan alat-alat sejenis yang dimiliki karena yang terpenting adalah mengetahui fungsi penggunaan dari peralatan tersebut dalam proses penyemaian.

Pisau digunakan untuk memotong rockwool dengan lebar sekitar 2-3 cm menyerupai dadu dan untuk melubangi rockwool dengan kedalaman sekitar 1-2 cm. Tusuk gigi digunakan untuk mengambil benih tanaman yang biasanya berukuran sebesar biji wijen, sehingga untuk memudahkan penempatan benih ke dalam rockwool yang sudah dilubangi. Penampan digunakan untuk menyimpan  rockwool yang sudah siap dengan benih. Plastik digunakan untuk menutup rockwool yang sudah ditempatkan pada penampan. Lebih baik menggunakan plastik yang berwarna gelap, untuk mengefektifkan proses pertumbuhan benih yang disemai. Karena benih yang disemai memerlukan keadaan gelap untuk mempercepat proses pertumbuhan. Keadaan gelap dibutuhkan benih tanaman untuk merangsang hormon auksin yang membantu proses pertumbuhan sehingga mempercepat benih menjadi kecambah.  

Cara Penyemaian

  1. Potong rockwool dengan lebar sekitar 2-3 cm menyerupai dadu dan lubangi rockwool dengan ketebalan sekitar 1-2 cm.
  2. Basahi rockwool dengan air secukupnya, dan pastikan seluruh bagian rockwool sudah basah.
  3. Masukkan benih tanaman menggunakan tusuk gigi kedalam rockwool yang sudah dilubangi.
  4. Letakkan rockwool yang sudah disiapkan dengan benih ke dalam penampan, hal ini biasa disebut tray semai.
  5. Tutup rockwool yang sudah disiapkan dalam penampan dengan plastik. Plastik yang digunakan sebaiknya berwarna gelap.
  6. Simpan ditempat yang lembab dan gelap.
  7. Siram rockwool minimal 2x sehari untuk menjaga kelembaban.
  8. Jika benih sudah menjadi kecambah, biasanya sekitar 2 hari sudah menjadi kecambah. Maka pindah ke tempat yang terkena sinar matahari agar kecambah terbantu melalui proses fotosintesis untuk pertumbuhan cikal daun. 
  9. Kecambah yang sudah tumbuh minimal 4 daun, sudah menjadi bibit yang siap dipindah ke media tanam. Pastikan pengambilan bibit dari media penyemaian tidak meninggalkan akar. Karena bibit tidak bisa ditanam tanpa akar.
Kelas Pembibitan Tanaman

Proses Penanaman Bibit Tanaman

Penanaman merupakan proses lanjutan dari proses penyemaian benih menjadi bibit yang siap ditanam. Cara penanaman juga memiliki beberapa metode yang berbeda-beda. Tergantung media tanam yang digunakan. Beberapa metode penanaman diantaranya adalah hidroponik yang menggunakan media tanam air, aquaponik menggunakan media tanam ikan dan sirkulasi air, maupun penanaman dengan polybag menggunakan media tanam tanah. Metode penanaman tersebut dapat diaplikasikan pada lahan pekarangan yang terbatas maupun lahan yang diperuntukkan untuk kebutuhan konvensional.

  • Hidroponik merupakan metode penanaman menggunakan media tanam berupa air yang diberikan nutrisi. Nutrisi yang digunakan adalah larutan AB mix yang dilarutkan dalam air. Cara penanamannya menggunakan peralatan yang disesuaikan dengan kebutuhan. Jika penanaman dilakukan pada lahan terbatas atau perkarangan rumah. Maka hidroponik dapat dilakukan dengan memanfaatkan botol bekas dan kain flanel. Botol yang transparan dilapisi dengan cat maupun kain gelap yang menutupi permukaan botol yang transparan. Hal tersebut untuk melindungi botol bagian dalam dari lumut jika terkena sinar matahari secara langsung. Bisa juga menggunakan peralon yang dilubangi sesuai ukuran netpot. Penggunaan peralon dan netpot juga digunakan untuk hidroponik di lahan yang luas. Kain flanel dipontong memanjang untuk dijadikan sumbu yang berfungsi seperti akar yaitu menghubungkan akar dan larutan air yang sudah dicampur dengan pupuk AB mix. 
  • Aquaponik merupakan metode penanaman menggunakan media ikan yang memanfaatkan limbah kotoran ikan sebagai pengganti pupuk. Sistem aquaponik memerlukan sirkulasi air yang sangat baik untuk mengalirkan limbah ikan ke akar tanaman. Limbah ikan berupa amonia akan diolah oleh bakteri menjadi pupuk bagi tanaman. Sedangkan tanaman itu sendiri menjadi bio-filter atau penyaring air yang alami untuk ikan. Sistem aquaponik menghasilkan siklus yang berulang-ulang, sehingga membutuhkan sirkulasi air yang baik menggunakan pompa air. Peralatan yang digunakan untuk metode penanaman aquaponik hampir sama dengan hidroponik, yaitu peralon, kain flanel, dan netpot, ditambah kolam ikan yang bisa dibuat menggunakan wadah besar. 
  • Metode penanaman menggunakan ppolybag dengan media tanam tanah. Sistem polybag ini mudah dan tidak memerlukan alat yang banyak. Tanah disiapkan dengan pencampuran pupuk dan sekam yang dimasukkan kedalam polybag. Kemudian bibit yang siap tanam dimasukkan ke dalam polybag. Langkah selanjutnya adalah perawatan tanaman diantaranya dengan penyiraman yang baik untuk menjaga kelembaban tanah, dan pemberian pestisida secukupnya untuk melindungi tanaman dari hama. Juga rutin menyiangi tanamanan yang ditumbuhi gulma atau tanaman liar yang biasanya tumbuh disekitar tanah dalam polybag. Metode penanaman dengan media tanam tanah untuk lahan yang luas memerlukan peralatan tambahan seperti mulsa dan penyiraman yang tidak manual atau dengan pengairan yang berbeda-beda pula. Bisa menggunakan metode irigasi tetes maupun metode irigasi lain. Mulsa digunakan untuk menutupi media tanam tanah yang dibuat bedengan atau guludan.

Kelebihan dan Kekurangan Pada Setiap Metode Penanaman

Kelebihan :

  • Semua metode penanaman dapat dilakukan pada lahan terbatas.
  • Hidroponik dan aquaponik tidak memerlukan penyiraman tanaman karena kebutuhan air sudah tercukupi dan hasil tanaman lebih bersih.
  • Aquaponik menghasilkan 2 produk yaitu tanaman dan ikan.

Kekurangan

  • Hidroponik memerlukan perhatian lebih pada larutan air yang tercampur dengan pupuk AB mix. Karena pupuk tersebut dapat mengendap.
  • Aquaponik membutuhkan peralatan yang membutuhkan biaya besar seperti penggunaan pompa air yang membutuhkan listrik untuk mengoperasikannya.
  • Media tanah air memerlukan perhatian pada penyiraman untuk menjaga kelembaban tanah.

Editor: Dimas Faisal

Author

Tags :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *