Exchange Program Nasional atau EXPRONAS merupakan suatu program magang dan sukarelawan yang diadakan oleh IAAS Indonesia dengan tujuan untuk pertukaran pikiran, pengetahuan, dan pengalaman di bidang pertanian dan ilmu terkait. EXPRONAS dari Local Committee Universitas Diponegoro (UNDIP) pada tahun 2024 ini melakukan kegiatan magang di tiga hosting place berbeda, salah satunya di Teman Berkebun yang bekerja sama dengan Konco Tani “Nurul HAQ”. Banyak kegiatan yang kami lakukan melalui program magang EXPRONAS 2024 khususnya di Teman Berkebun ini, dimulai dari membersihkan lahan atau penyiangan, membuat ajir, membersihkan kandang dan angon kambing, membuat konstruksi sederhana untuk tempat penyimpanan media tanam, menanam tanaman, serta kegiatan utama dalam program magang EXPRONAS 2024 ini antara lain memahami tentang permakultur, membuat Hügel Beds, membuat PGPR, membuat POC, dan sharing session yakni “Human Library” bersama dua tokoh inspiratif yakni Eyang Oeoel serta Rita Warleigh.

Hügel Beds kami buat sebagai salah satu bentuk memahami tentang permakultur. Hügel Beds berasal dari Jerman yang merupakan suatu lapisan bedengan yang ditinggikan seperti bukit dengan tujuan untuk memberikan dan menyediakan nutrisi bagi tanaman dalam jangka waktu lama atau berkelanjutan. Pembuatan hügel beds tergolong cukup mudah serta alat dan bahan yang dibutuhkan tidak sulit untuk dijangkau karena telah tersedia di alam. Lapisan pertama dimulai dengan menaruh tumpukan gedebog pisang yang telah dicacah menjadi lebih kecil sebagai pengganti kayu, lapisan ini membantu dalam membuat rongga-rongga untuk mikroba yang ada di dalam tanah. Lapisan kedua dilapisi dengan kotoran hewan. Lapisan ketiga dilapisi dengan serasah basah dan serasah kering. Lapisan keempat dilapisi dengan tanah atau soil. Lapisan satu sampai keempat akan terdekomposisi secara perlahan dan alami di dalam tumpukan tersebut, mereka menjadi sumber nutrisi yang akan memberikan dan menyediakan untuk tanaman yang ditanam di atasnya dalam jangka waktu lama serta dapat menyimpan air, maka dari itu tumpukan ini dapat meningkatkan kesuburan tanah, meningkatkan retensi air, dan mengurangi kebutuhan irigasi. Lapisan kelima diakhiri dengan menaruh tumpukan serasah kering dengan tujuan untuk menjaga kelembaban yang ada di dalam tumpukan tersebut.
Plant Growth Promoting Rhizobacteria atau dapat disingkat sebagai PGPR merupakan pupuk alami atau biofertilizer yang kami buat selama program magang EXPRONAS 2024. PGPR memanfaatkan bakteri rhizobacteria yang terdapat di dalam kandungan biang sebagai agen hayati yang dapat memacu pertumbuhan dan produksi tanaman khususnya dalam fase vegetatif. Biang yang kami gunakan dalam pembuatan PGPR adalah akar tanaman bambu yang telah terfermentasi. PGPR dapat menjadi alternatif yang baik bagi para petani sebagai bentuk pengurangan penggunaan pupuk kimia pada tanaman mereka. Pembuatan PGPR juga tergolong cukup mudah, bahan yang dibutuhkan tidak sulit untuk dijangkau karena banyak terdapat di pasar tradisional antara lain bekatul, terasi, kapur sirih, dan tetes tebu. Langkah dalam pembuatan PGPR antara lain dimulai dengan menyiapkan alat seperti panci, air, tungku yang terbuat dari batu bata, dan kayu. Panci yang telah diisi air sebanyak 5 liter dimasak di atas tungku lalu masukan ¾ dari 1 kg bekatul, setelahnya dapat memasukan 220 ml tetes tebu beserta 1 jempol terasi dan kapur sirih secukupnya, kemudian diaduk rata hingga semua bahan tercampur dan dimasak sampai mendidih. Jika sudah mendidih, angkat lalu pindahkan larutan PGPR yang telah dimasak ke tempat lain seperti botol bekas atau ember sembari disaring menggunakan kain hingga tidak ada ampas yang tersisa, tunggu hingga larutan tersebut dingin. Ketika sudah dingin, masukan biang akar tanaman bambu yang telah terfermentasi dengan takaran 4:1. Larutan PGPR tersebut dapat ditutup dan didiamkan selama kurun waktu satu minggu dan setiap tiga hari sekali dapat dibuka sekitar ½ menit.
Tidak hanya PGPR, selama program magang EXPRONAS 2024 kami juga membuat pupuk alami lain. Pupuk Organik Cair atau dapat disingkat dengan sebutan POC merupakan larutan yang dihasilkan dari proses fermentasi yang berasal dari sisa tumbuhan, kotoran hewan, atau bahan organik lainnya. Terdapat manfaat bagi tanaman, diantaranya untuk meningkatkan kesuburan tanah, mengatasi terjadinya defisiensi unsur hara dan menyuplai hara dengan cepat. POC berbeda dengan pupuk kimia pada umumnya. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari kandungannya, pupuk kimia mengandung senyawa kimia sintetis dan dapat menyebabkan adanya residu pada tanah sedangkan pupuk organik kebalikannya. Keunggulan POC yang lainnya adalah untuk meningkatkan nutrisi pada struktur tanah dan memiliki bahan pengikat yang langsung dapat gunakan tanaman. Pembuatan POC cukup mudah, komposisi POC diantaranya urin sapi, tetes tebu/molase, serabut kelapa, biang akar bambu, batang pisang, daun jati dan air cucian beras. Masing-masing bahan terdapat manfaatnya bagi tanaman. Urin sapi mengandung unsur nitrogen (N) yang berperan dalam memacu pertumbuhan tanaman, batang pisang sebagai unsur fosfor (P) untuk membantu pertumbuhan dan pembentukan akar, selanjutnya serabut kelapa sebagai unsur kalium (K) yang berperan dalam proses fotosintesis untuk membentuk dinding sel tanaman. Adapun peralatan untuk mendukung pembuatan POC diantaranya pisau, jerigen, botol mineral, serta selang. Langkah dalam pembuatan POC antara lain, pertama siapkan alat dan bahan. Kemudian masukan bahan padat seperti batang pisang yang dicacah, serabut kelapa yang telah terpisah dari kulitnya, daun jati yang diremas dan dimasukan ke dalam jerigen. Setelah itu, disusul dengan bahan cair seperti tetes tebu, urin sapi, biang akar bambu, dan air rendaman beras hingga terisi penuh. Kemudian jerigen ditutup dan tutup botolnya memiliki penghubung yaitu selang untuk dihubungkan ke botol mineral yang berisi air. Tujuan dari botol mineral adalah sebagai indikator dan pembuangan gas, jika air pada botol sudah keruh maka dapat diganti air baru. Larutan POC yang telah dibuat, kemudian difermentasi kurang lebih 20 hari. Masa penyimpanan POC jika sudah lebih dari 1 tahun dapat diberikan tetes tebu kembali agar bakteri di dalamnya dapat tumbuh kembali. Cara pengaplikasikannya cukup mudah, dapat dengan cara disemprot maupun disiram.
Program magang EXPRONAS 2024 yang lain adalah sharing session, dimana sharing session kali ini menampilkan dua tokoh inspiratif yakni Eyang Oeoel selaku pendiri Rumah Kebangsaan serta Eyang Rita Warleigh salaku founder of International Volunteers for Peace, dimana kedua tokoh ini akan berbagi pengalaman hidup dan perjuangan mereka dalam mengkampanyekan kepedulian terhadap lingkungan, meskipun di usia yang sudah tidak muda lagi. Diusia yang tak lagi muda Oerip Lestari atau yang akrab disapa Eyang OelOel, masih terus aktif untuk menyuarakan terkait masalah kepedulian terhadap lingkungan sekitar serta aktif untuk menyuarakan terkait jiwa kebangsaan serta rasa nasionalisme melalui Rumah Kebangsaan. Selain itu Eyang Oeoel juga aktif dalam menerbitkan buku-buku yang sangat inspiratif. Pada kegiatan magang kemarin Eyang Oeoel juga memberikan beberapa buku karya tulisannya, yakni buku yang berjudul Eyangku Gaul dan buku yang berjudul Membangun Asa Untuk Semua. Selain itu tokoh inspiratif lainya ialah Rita Warleigh yang merupakan tokoh pendiri IVP (International Volunteers for Peace) Australia. Sama seperti Eyang Oeoel, di usia yang sudah tak lagi muda Rita juga aktif dalam melakukan aktivitas kerelawanan khususnya dalam membantu para masyarakat-masyarakat terbelakang agar dapat menaikkan taraf kehidupan mereka. Dibentuknya IVP bertujuan untuk menyatukan orang-orang dari seluruh dunia untuk bersama sama membantu meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat yang membutuhkan, seperti melakukan kegiatan penyuluhan serta pembinaan dan pelatihan khususnya kepada para petani-petani dalam meningkatkan taraf hidup mereka. Acara sharing session kali ini bertujuan untuk menginspirasi generasi muda agar lebih peduli dengan lingkungan sekitar, meningkatkan rasa nasionalisme mereka, serta mengedukasi mereka terhadap pentingnya sektor pertanian dan mengulik potensi sektor tersebut dikarenakan banyak generasi muda sekarang yang kurang menyorot sektor tersebut. Melalui kisah-kisah nyata dari Eyang Oeoel dan Eyang Rita Warleigh, diharapkan dapat menunjukkan bahwa kepedulian lingkungan dan semangat sukarelawan tidak mengenal usia. Kedua tokoh ini adalah contoh nyata bagaimana komitmen dan dedikasi bisa membawa perubahan positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Teknologi ini dapat digunakan untuk daerah yg masih belum memiliki irigasi,,lanjutkan ,sudah saatnya generasi penerus bangsa memikirkan teknologi yg sederhana tetapi banyak manfaat nya.
Terima kasih, telah memberikan tanggapan terkait dengan ativitas kami. Semoga ide sederhana ini dapat diterapkan di manapun. Semoga harapan kita bersama dapat terwujud. Bila kak Silowati berkenan mendapat info dan bertanya terkati dengan berkebun berkelanjutan khususnya yang tinggal di area perkotaan bisa menghubungi kami di (62) 812-1504-4180 atau call di (62) 852-2652-2743.
Teknologi ini dapat digunakan untuk daerah yg masih belum memiliki irigasi,,lanjutkan ,sudah saatnya generasi penerus bangsa memikirkan teknologi yg sederhana tetapi banyak manfaat nya.
Terima kasih, telah memberikan tanggapan terkait dengan ativitas kami. Semoga ide sederhana ini dapat diterapkan di manapun. Semoga harapan kita bersama dapat terwujud. Bila kak Silowati berkenan mendapat info dan bertanya terkati dengan berkebun berkelanjutan khususnya yang tinggal di area perkotaan bisa menghubungi kami di (62) 812-1504-4180 atau call di (62) 852-2652-2743.