Membuat Hugel Beds : Solusi Inovatif bagi Pertanian Berkelanjutan

Pertanian selalu menjadi kunci bagi kehidupan manusia, pertanian tidak hanya sebuah pekerjaan atau aktivitas semata, melainkan sebuah tulang punggung dari keberlangsungan hidup manusia. Pertanian yang efektif terjadi apabila terdapat perencanaan dan pengelolaan tanah yang baik dan berkelanjutan yang apabila efektif dapat dilihat dari tingkat kesuburan tanahnya, namun seiring berjalannya waktu pertanian yang efektif semakin sulit untuk dicapai para petani terutama para petani kecil. Hal ini diakibatkan oleh semakin kompleksnya tantangan lingkungan yang dihadapi oleh para petani. Mulai dari perubahan iklim yang tidak menentu, kualitas tanah yang semakin menurun, ketergantungan pada pestisida, hingga ketidakpastian pada harga dan akses pasar membuat para petani harus memikirkan cara baru yang dapat membantu mereka meraih pertanian yang efektif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, teknik Hugel Beds mulai dikenalkan kepada para petani, salah satunya petani Indonesia sebagai salah satu jawaban dari berbagai tantangan yang dihadapi oleh para petani.

Hugel Beds ini kami bentuk sebagai salah satu program magang yang kami lakukan melalui kegiatan EXPRONAS yang dilakukan oleh IAAS Indonesia melalui IAAS LC UNDIP. Hugel beds ini menjadi sebuah sarana bagi kami peserta magang serta para petani seperti Pak Kris yang menjadi Hosting Place magang kami untuk mengenal lebih jauh mengenai permakultur serta proses dan manfaatnya. Selama proses magang kami membentuk 3 Hugel Beds yang berada di sebuah kebun di daerah Sendangguwo, kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Hugel Beds ini kami bentuk dalam kurun waktu 1 minggu dan dilakukan penyiraman serta pengecekan berkala oleh para peserta magang selama proses magang berlangsung.

Penyebutan Hugel Beds berasal dari penulisan Bahasa Jerman yang berarti “budidaya bukit” atau “budidaya timbunan” yang merupakan sebuah lapisan bedengan yang ditinggikan melalui penumpukan kayu atau ranting, dedaunan, daun bambu yang sudah kering, potongan pohon pisang, serta bahan organik lainnya yang akan membusuk secara perlahan dan mampu menyimpan serta menyediakan nutrisi bagi tanaman yang akan ditanam diatas Hugel Beds tersebut secara berkelanjutan. Hal ini adalah alasan utama teknik Hugel Beds dikenalkan kepada para petani, karena dapat menjadi salah satu jawaban dalam mengatasi tantangan berkelanjutan para petani. Pembuatan Hugel Beds tergolong cukup sederhana untuk dilakukan dan tidak memerlukan biaya yang tinggi karena bahan yang diperlukan seluruhnya berasal dari alam dan relatif mudah untuk dicari. 

Pembuatan Hugel Beds diawali dengan pemilihan lokasi yang tepat. Lokasi pembuatan Hugel Beds harus mendapatkan sinar matahari yang cukup dan tidak terlalu berdekatan dengan akar-akar pohon besar agar tidak mengganggu struktur tanah. Kemudian dilakukan penggalian lokasi Hugel Beds dengan ukuran yang cukup besar sebagai alas untuk meletakkan berbagai bahan organik yang dibutuhkan dalam teknik ini. Tahap berikutnya adalah dilakukan pengumpulan bahan-bahan yang diperlukan yakni ranting kayu, rumput dan dedaunan kering yang dalam hal ini kami menggunakan daun bambu kering, bahan hijau seperti sisa tanaman, potongan rumput, dan lain sebagainya yang dalam proses ini kami menggunakan pohon pisang yang sudah dicacah, dan terakhir bahan organik lain seperti kotoran hewan yang dalam hal ini kami menggunakan kotoran kambing yang sudah diproses menjadi pupuk kandang. 

Urutan penempatan bahan-bahan tersebut dimulai dari ranting kayu yang menjadi dasar sehingga mampu menciptakan dasar yang kokoh dan stabil, kemudian ditambahkan dengan pohon pisang yang sudah dicacah menjadi potongan kecil yang akan membantu menciptakan rongga-rongga untuk mikroba yang terdapat di dalam tanah. Kemudian ditambahkan kotoran hewan sebagai lapisan kedua, serasah basah dan serasah kering sebagai lapisan ketiga yang dalam hal ini kami menggunakan sisa tanaman dan potongan rumput sebagai serasah basah dan daun bambu kering sebagai serasah kering. Lapisan terakhir adalah tanah yang ditumpuk diatas lapisan sebelumnya hingga tertutup. Keempat lapisan tersebut secara perlahan akan terdekomposisi sehingga mampu menyimpan dan menyediakan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman yang akan ditanam pada Hugel Beds tersebut secara berkelanjutan. 

Tumpukan ini juga dapat membantu dalam meningkatkan kesuburan tanah, retensi tanah, serta mengurangi kebutuhan irigasi. Dalam prosesnya tetap dibutuhkan penyiraman secara berkala untuk menjaga kelembaban tanah serta pengendalian gulma pada area Hugel Beds agar menghindari terjadinya kompetisi dengan tanaman yang akan ditanam. Gedebog pisang yang sudah tua bisa diletakkan di pinggiran luar Hugel Beds sebagai pembatas yang bermanfaat untuk menahan lapisan dalam Hugel Beds yang baru jadi agar tidak mudah longsor.

Hugel Beds dan bedeng konvensional memiliki perbedaan mendasar dalam konstruksi dan prinsip kerjanya. Hugel Beds dibangun dengan menumpuk lapisan-lapisan bahan organik yang akan membusuk menghasilkan panas, menghasilkan tanah yang subur dan kaya nutrisi. Sementara itu, bedeng konvensional dibuat dengan menggali tanah dan mengubah strukturnya. Hugel Beds menawarkan keuntungan seperti retensi air yang lebih baik, suhu tanah yang stabil, dan kesuburan tanah yang tinggi tanpa perlu pupuk kimia. Namun, Hugel Beds membutuhkan lebih banyak waktu dan bahan organik untuk pembuatannya. Sebaliknya, bedeng konvensional lebih mudah dibuat tanpa memerlukan banyak bahan organik, tetapi retensi airnya masih kurang karena tanah pada bedeng konvensional cenderung lebih cepat kering karena kurangnya bahan organik yang dapat membantu menahan air. Struktur tanah pada bedeng konvensional cenderung padat karena pengolahan tanah secara intensif dapat menyebabkan struktur tanah menjadi padat. Tanah yang padat sulit ditembus oleh air dan udara. Pilihan antara keduanya tergantung pada ketersediaan bahan organik, luas lahan, iklim, dan tujuan penanaman. Oleh karena itu, Hugel beds memiliki beberapa keunggulan dibandingkan penerapan metode lainnya seperti bedeng konvensional. Kelebihannya yaitu tanah terjaga kelembabannya, memungkinkan pengolahan tanah yang lebih baik, dan memiliki kemampuan manajemen gulma yang lebih mudah, sesuatu yang tidak dimiliki oleh teknik-teknik lainnya.

Pupuk merupakan aspek penting dalam kegiatan pertanian sebagai produk yang digunakan untuk menambah unsur hara pada media tanam agar pertumbuhan tanaman tetap terjaga. Tanpa pupuk, proses kerja Hugel Beds tidak akan optimal sehingga hasil yang didapatkan belum maksimal. Pak Kris merupakan salah satu petani yang memiliki potensi dalam memproduksi pupuknya sendiri, kualitas pupuk yang dihasilkan juga dapat dibilang sangat baik terlihat dari tanaman yang berada di kebun Sendangguwo tumbuh dengan subur. Sayangnya Pak Kris belum dapat memproduksi pupuk dalam skala yang lebih besar. Hal ini dikarenakan tidak adanya tempat penyimpanan pupuk yang layak sehingga membatasi tingkat produksi yang dilakukan karena khawatir jika penyimpanan dilakukan dengan tidak benar akan mengurangi kualitas pupuk tersebut. Maka dari itu tim EXPRONAS diminta untuk membuat konstruksi yang nantinya akan digunakan untuk menyimpan pupuk – pupuk tersebut. 

Pembuatan Konstruksi Sederhana produk Konco Tani

Tahap awal konstruksi dimulai dengan pemasangan pilar yang menjadi pondasi untuk bangunan tersebut dan rangka pada setiap sisi pilar yang dijadikan sebagai penopang alas. Ukuran konstruksi sekitar 4×2 meter dan menggunakan bambu sebagai bahan dasar dari pembangunan konstruksi tersebut. Setelah pemasangan pilar dan rangka, Pak Kris dan teman – teman EXPRONAS mengumpulkan lebih banyak bambu untuk dijadikan sebagai alas dari konstruksi tersebut. Bambu – bambu yang telah dikumpulkan kemudian dipotong dan dipilih secara bersama untuk memastikan kualitas dan kekokohan dari bambu tersebut. Bambu yang dipilih sebagai alas harus kuat dan tidak rapuh untuk memastikan bahwa konstruksi tersebut akan tahan lama dan tetap kokoh. Setelah dipilih, pembuatan alas dilakukan dengan memaku ujung bambu ke sisi – sisi rangka. Bambu tersebut sebelumnya dipotong untuk menyesuaikan panjang rangka dan menjaga estetika dari konstruksi tersebut. Proses pemakuan dilakukan dengan fokus dan penuh perhatian untuk mengurangi terjadinya kesalahan yang dapat mempengaruhi daya tahan dari konstruksi tersebut. Setelah tahap pemakuan alas selesai selanjutnya dilakukan tahap pemasangan atap yang akan menjaga konstruksi dari cuaca ekstrim dan musibah alam. Tahap pemasangan atap dilakukan oleh Pak Kris dan Pak Ali dengan bantuan teman – teman EXPRONAS. Proses pembangunan konstruksi dilakukan dengan sedikit kendala dan harapannya pembangunan konstruksi ini dapat membantu Pak Kris dalam memperbesar skala produksi pupuknya dan meningkatkan keuntungan yang didapatkan.

Authors

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *