Sudah lama Pulau Bali menjadi destinasi pariwisata utama di Indonesia. Banyak tamu dari berbagai negara berkunjung untuk menikmati keindahan alam Bali dan merasakan kerahaman orang yang tinggal di dalamnya. Bali juga dianugrahi bentangan alam yang menakjubkan dilengkapi dengan ragam kuliner yang mencerminkan pertalian antara budaya Jawa, dan Bali.
Kemajuan pulau Bali dalam sektor wisata, tidak diiringi dengan sektor pendidikannya. Rendahnya minat baca pada anak mengakibatkan rendahnya tingkat pendidikan di kalangan masyarakat. Kondisi ini juga diperparah dengan minimnya fasilitas umum berupa perpustakaan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memperkaya wawasannya.

Bekerjasama dengan IVP (International Volunteer for Peace) Australia, Bhumi Horta Foundation menyelenggarakan kegiatan workcamp (kemah kerja) yang di mulai pada tanggal 8 hingga 21 September 2024. Kegiatan ini merupakah workcamp pertama di lokasi ini. Kegiatan ini diikuti oleh empat relawan lokal, serta serta empat relawan asing yang berasal dari Italia (Marco), Australia (Sharon), Taiwan (Belinda), dan Slovenia (Tinkara).
Kegiatan ini terlaksana bersama SUA Bali selaku mitra lokal kami, yang berlokasi Banjar Medahan, Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali. Kegiatan ini berjalan dengan melibatkan masyarakat sekitar bersama relawan baik asing maupun lokal untuk memperbaiki kondisi buku-buku di perpustakaan SUA Bal serta kegiatan-kegiatan penunjang lainnya.

Workcamp adalah program relawan internasional selamat kurun waktu 2 minggu. Program ini dijalankan oleh Yayasan Bhumi Horta yang berbasis di Semarang. Relawan asing dan lokal tinggal dalam satu lokasi untuk berkegiatan bersama masyarakat selama 2 minggu dengan tema tertentu. Untuk kegiatan kali ini tema kami mengangkat tema edukasi
Tugas relawan di lokasi ini utamanya adalah membersihkan perpustakaan, dan koleksi buku-buku yang ada. Setelah buku-buku di bersihkan, lalu mereka dikategorikan berdasarkan kategori yang telah disediakan, seperti Filsapat, Hukum, Studi Kewarganegaraan, Budaya, dan lain sebagainya. Buku-buku yang sudah diidentifikasi dan dibersihkan, lalu diinput ke dalam file digital yang memungkinkan kami dapat melihat kondisi koleksi buku yang ada di perpustakaan secara umum.
Untuk menunjang keberadaan Perpustakaan dalam jangka panjang, kami mengadakan kegiatan seperti kunjungan sekolah hingga workshop untuk anak-anak. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan perpustakaan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat seiktar yang berlokasi di SUA Bali. Melakukan kegiatan workshop bercerita dan menggambar. Kujungan relawan di sekolah dilaksanakan di SDN Kemenuh 05, dan Olas Asih Elementary School. Sedang untuk workshop menggambar dan story telling dilaksankan di SUA Bali dengan mengundang para murid dan jajaran guru yang berasal dari sekolah tersebut.
Program ini berjudul Vern Cork Library Project, karena Vern adalah satu relawan senior dari Australia yang turun berperan aktif dalam melakukan pengadaan buku-buku yang kini turut menghiasi perpustakaan ini bersama Ibu Dayu dan keluarganya. Vern Cork meninggal pada awal bulan Agustus tahun ini, yang meninggalkan perpustakaan ini untuk dimanfaatkan oleh kalangan publik.

Untuk meningkatkan partisipasi anak muda Bali pada program ini kedepan, kami mengadakan kunjungan di Universitas Ngurah Rai di Denpasar. Para mahasiswa serta jajaran akademi dapat berkolabari dalam berbagai macam bentuk program mulai dari magang hingga relawan. Harapannny, kegiatan ini dapat menunjang kegiatan komunitas lokal sehingga perpusatakaan umum ini dapat dimanfaatkan untuk menigkatkan literasi warga sekitar, anak-anak maupun pemuda.