Diary PMW Undip Day 1: Menguji Pupuk Organik Hari Pertama

Penelitian ini dilakukan di Kebun Qita yang berlokasi di Jalan Kyai Saleh No. 13 Semarang. Kebun Qita menerapkan model perkebunan permakultur (perkenunan organik) dan microgreen. Metode perkebunan ini memiliki beberapa keunggulan, yaitu padat nutrisi dan alami. Kebun ini dibina dan didampingi langsung oleh Teman Berkebun sejak 2019. Teman Berkebun dikelola oleh Sany Mardlotillah dan tim yang juga merupakan alumni Universitas Diponegoro.

Teman Berkebun merupakan bagian Bhumi Horta Social Enterprises, perusahaan sosial yang berdiri pada tanggal 22 April 2017 yang bergerak untuk mendukung bidang pertanian khususnya pertanian perkotaan yang berkomitmen untuk menumbuhkan bisnis dengan meningkatkan taraf kesejahteraan mitra yang tergabung dalam platform kami.

Penampakan akhir media percobaan Pupuk Organik Cair dengan bahan baku Jeroan Terong

Kami menyiapkan dua galon le mineral untuk dijadikan media tanam. Sistem yang kami gunakan wicking bad sederhana. Wicking bad adalah instalasi yang memungkinkan bedeng dapat menjaga kelembaban nya dalam jangka yang cukup lama dengan memanfaatkan tandon air yang diletakkan dibawah media tanam.

Tandon atau bagian bawah galon diisi air kira-kira 1/4 dari kapasitas galon, bagian atas galon beserta tutupnya yang dilubangi bagian tengahnya. Galon bagian atas sebelum kami beri media tanam, kami lapisi bagian bawahnya dengan daun mangga kering.

Kami menggunakan terong yang sudah berusia 8 minggu (dalam fase generatif). Setelah diberi media tanam, kami siram dengan pupuk organik cari jeroan bandeng (pengenceran 1:10) kira-kira 70cc. Pupuk organik ini diaplikasikan secara rutin dua kali seminggu. Pot tanaman diletakkan di area dengan paparan cahaya matahari yang cukup.

Catatan penting dalam mengaplikasikan pupuk sebaiknya disiram di tanah dan jangan mengenai batang dikarenakan dapat menyebabkan batang berjamur

Authors

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *