Efektivitas POC Jeroan Bandeng terhadap Pertumbuhan Generatif Terong (Solanum melongena)

Latar Belakang

by Fikri

Hasil produk pertanian tidak terlepas dari topik kesehatan, karena ditemukan sebagian besar hasil pertanian mengandung sisa pestisida. Di seluruh dunia, permintaan produk pangan yang tidak mengandung residu pestisida semakin meningkat akhir-akhir ini, terutama di negara Uni Eropa (Widiarta et al., 2011). Hal ini disebabkan oleh kesadaran global akan bahaya dan efek negatif yang diakibatkan oleh penggunaan bahan kimia sintesis dalam pertanian.  Tren Green Economy termasuk pertanian organik semakin populer. Namun, konsumsi pupuk organik di Indonesia masih terbilang rendah. Rerata konsumsi pupuk sepanjang 2017-2022 sebesar 10,9 juta ton/tahun, yang didominasi pupuk kimia. Rerata konsumsi pupuk organik hanya 606 ribu ton/tahun atau 5,5% dari total konsumsi. Angka tersebut masih jauh di bawah rata-rata produksi sebesar 1,3 juta ton/tahun (Sirait et al., 2024). Peristiwa ini dapat terjadi karena beberapa faktor, seperti kurangnya insentif harga, kurangnya fasilitator penggerak, dan kurangnya kesadaran petani untuk menggunakan pupuk organik. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perusahaan yang bergerak di bidang pertanian, terutama produksi pupuk organik.

Konsumsi Pupuk di Indonesia Tahun 2017-2022 (Sirait et al., 2024)

Indonesia memiliki potensi bahan baku pupuk organik yang melimpah, seperti limbah perikanan, pertanian, peternakan, dan rumah tangga. Bahan ini dapat diolah menjadi pupuk organik, termasuk pupuk organik cair (POC) melalui proses fermentasi. Limbah perikanan seperti jeroan ikan bandeng yang jumlahnya melimpah di kawasan produksi bandeng presto Semarang memiliki potensi dikonversi menjadi POC. Oleh karena itu, Tim Chanos dalam program PMW Universitas Diponegoro telah membuat POC jeroan bandeng dan menguji efektivitasnya terhadap pertumbuhan generatif terong (Solanum melongena).

Pertumbuhan Terong

by Abin

POC Bandeng pertama kali kami aplikasikan pada tanaman terong yang berusia 8 minggu pada tanggal 5 Oktober 2024. Pada usia tanam tersebut, tanaman terong telah memasuki pada fase generatif. Kami menggunakan dua tanaman dengan ukuran 34 cm (terong 1) dan 49 cm (terong 2). Empat hari kemudian, tanaman terong mengalami pertumbuhan dan perkembangan dengan munculnya daun baru dan bakal bunga. Satu minggu kemudian, tinggi tanaman terong 1 dan 2 mulai bertambah berturut-turut menjadi 40 cm dan 57 cm disertai dengan munculnya bunga. Pada tanggal 19 Oktober 2024, tanaman terong 1 memiliki jumlah daun sebanyak 9 buah dan 3 bunga, sedangkan terong 2 memiliki 18 buah daun dan 1 bunga. Pada tanggal 28 Oktober, tanaman terong mengalami fertilisasi dan muncul buah. Tujuh hari kemudian, buah terong semakin membesar. Setelah 1,5 bulan pengaplikasian POC, pada tanggal 20 November 2024, tanaman terong sudah siap untuk dipanen.

Berdasarkan data dari pertumbuhan dan perkembangan tanaman terong tersebut, membuktikan bahwa POC jeroan bandeng terbukti efektif memacu pertumbuhan generatif terong hingga panen.

Hasil

by Laili

Hasil dari terong yang kami pupuk dengan POC Bandeng ini berwarna ungu muda dengan sedikit  rasa manis.  Berbanding dengan terong yang menggunakan pestisida atau pupuk kimia yang memilikinya warna ungu yang lebih pekat dan juga rasa yang sedikit pahit ketika diolah. Namun, terdapat kesamaan diantara terong yang dipupuk dengan POC Bandeng dan yang menggunakan pupuk kimia atau pestisida, yaitu sama-sama tidak menimbulkan aroma. 

Referensi

Sirait, R. A., Siregar, M. A. ., Kusumawardhani, R. ., & Christianingrum, R. (2024). Buletin APBN : Akselerasi Pupuk Organik Guna Mengatasi Fenomena Perubahan Iklim & Menakar Pemerataan Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap. Buletin APBN, IX. https://berkas.dpr.go.id/pa3kn/buletin-apbn/public-file/buletin-apbn-public-196.pdf

Widiarta, A., Adiwibowo, S., & Widodo, D. (2011). Analysis of Sustainability Organic Farming Practise on Farmer. Sodality: Jurnal Transdisiplin Sosiologi, Komunikasi, Dan Ekologi Manusia, 05(1), 1978–4333. http://melileafood.multiply.com/journal/item/6

Authors

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *