Permakultur adalah suatu pendekatan desain sistem pertanian berkelanjutan untuk menciptakan sistem pertanian dengan lebih efisien dan ramah lingkungan. Permakultur bertujuan untuk menciptakan pertanian permanen yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. YouSUF adalah program kerelawanan Yayasan Bhumi Horta yang bertujuan untuk mendukung kegiatan para penggiat pertanian perkotaan melalui partisipasi aktif generasi muda di lahan mitra kebun Teman Berkebun.

Yayasan Bhumi Horta mengadakan acara Youth Support Urban Farmers (YouSUF) Vol. 06 pada 11 Januari 2025 dengan tema “Sendangguwo Permaculture Project” di Kebun Konco Tani Nurul Haq, di Kelurahan Sendangguwo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep permakultur kepada peserta sekaligus mendorong keterlibatan aktif mereka dalam pertanian.

Kegiatan diawali dengan membersihkan lahan dari gulma yang tumbuh di sekitar area bedengan. Gulma yang dipotong diletakkan di antara bedengan yang dimaksudkan menjadi kolam nutrisi yang berfungsi sebagai sumber nutrisi alami bagi tanaman. Tahapan berikutnya adalah pembuatan bedengan dengan teknik hugelkultur yang diawali dengan meletakan batang pisang yang dicacah sebagai lapisan dasar. Lalu lapisan selanjutnya adalah pupuk kadang yang cukup tebal, dilanjutkan dengan dedaunan kering dan basah dan tanah lokal. Debog pisang juga digunakan sebagai pagar untuk mengelilingi bedeng dan menutup daun sereh di atas permukaan bedengan untuk mencegah pertumbuhan gulma yang tidak diinginkan.
Selanjutnya, dilakukan pemberian PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria). PGPR adalah konsentrasi mikroba aktif yang dibuat melalui proses fermentasi bahan-bahan organik hingga menjadi bentuk cair. Cairan PGPR kemudian dicampurkan dengan air dengan perbandingan 250 ml berbanding dengan 15 liter air, dan selanjutnya diberikan pada bedeng untuk mendukung pertumbuhannya.

YouSUF Vol. 06 yang kali ini mengambil lokasi “Sendangguwo Permaculture Project” juga memperkenalkan teknik permakultur kepada para peserta dan mendorong keterlibatan aktif mereka dalam pertanian. Melalui kegiatan seperti pemanfaatan gulma sebagai sumber nutrisi, pemberian PGPR, dan penerapan prinsip permakultur dasar. Peserta diajak untuk berperan dalam menciptakan pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan. Diharapkan, kegiatan ini dapat menginspirasi lebih banyak pemuda untuk berkontribusi pada pertanian yang lebih ramah lingkungan.