Berkebun merupakan kegiatan yang berkembang pesat di era globalisasi. Kegiatan berkebun tidak selalu membutuhkan lahan yang luas, lahan pekarangan atau ruangan-ruangan sempit di rumah dapat digunakan untuk media dalam berkebun karena lebih murah dan praktis untuk dilakukan. Teknik dalam sistem berkebun terdapat banyak jenis metode contohnya seperti teknik microgreen dan wick system yang dilakukan oleh teman berkebun. Teknik budidaya tanaman tersebut dapat memanfaatkan lahan yang sempit dan barang yang tidak terpakai seperti botol bekas sehingga lebih ramah lingkungan.
Pemanfaatan lahan yang sempit dengan metode microgreen dapat dilakukan apalagi di lingkungan perkotaan, karena tanaman microgreen tidak tumbuh besar dan alat yang digunakan sederhana. Sistem budidaya tanaman microgreen merupakan tanaman yang berukuran kecil berwarna hijau dengan ukuran 2-7,5 cm dan tanaman tidak tumbuh besar. Kegiatan gardening session yang telah dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Peternakan dan Pertanian pada hari Senin, 13 Januari 2025 yaitu dengan menggunakan tanaman pakcoy dan red radish.

Kegiatan dilakukan dengan menggunakan rockwool sebagai media tanam, rockwool merupakan media tanam yang dibuat dari mineral fiber seperti serat lelehan gunung berapi seperti basalt. Rockwool digunakan karena ramah lingkungan dan sifatnya yang netral tidak tercampur kandungan unsur hara. Rockwool yang sudah dipotong akan diletakkan di wadah nampan lalu akan diberi air dengan pH 6, air selanjutnya akan dituangkan tidak dianjurkan langsung mengenai rockwool secara langsung namun dari pinggir agar mencegah rockwool mudah lumutan dan berjamur. Air yang menggenang di buang, indikasi cukup ketika bagian rockwool telah basah sampai di bagian atasnya. Benih lalu ditaburkan ke atas rockwool dengan media nampan yang digunakan berbeda, selanjutnya tanaman tersebut dapat di tata pada tempat yang telah disiapkan. Budidaya tanaman microgreen sangat potensial untuk dikembangkan karena media tanam yang mudah didapatkan dan keuntungan secara ekonomis dapat diperoleh secara maksimal.
Simple Wick System :Solusi Kreatif dan Efektif dalam Berkebun
Pemanfaatan barang bekas untuk berkebun kini semakin banyak diterapkan, terutama di kalangan urban farmer. Salah satu teknik yang mudah diterapkan adalah Simple Wick System menggunakan botol plastik bekas. Dalam gardening session, teman berkebun dan mahasiswa magang menggunakan sistem wick ini untuk membuat media tanam kreatif dari limbah botol plastik, sebagai upaya untuk membuat kebun yang ramah lingkungan dan hemat biaya. Sistem wick merupakan teknik irigasi pasif yang menggunakan kain flanel sebagai sumbu untuk menyalurkan air dari wadah penyimpanan ke media tanam, sehingga menjadi pilihan yang hemat biaya dan ramah lingkungan. Karena mudah dibuat dan efisien dalam penggunaan air.

Gardening session diawali dengan memindahkan empon-empon yang sudah dipotong per ruasnya ke dalam tanah menggunakan media botol plastik bekas yang sudah dipotong dan diberi sumbu untuk menyalurkan air. Empon-empon tidak boleh ditanam terlalu dalam pada media tanah, rimpang akan kesulitan mendapatkan cukup udara dan ruang untuk berkembang jika ditanam terlalu dalam. Akibatnya, pertumbuhannya akan menjadi terhambat. Oleh karena itu, empon-empon harus ditanam dengan memperlihatkan sedikit ruas di atas permukaan tanah.

Pada gardening session selanjutnya yaitu melakukan pindah tanam tanaman tomat dan mentimun yang sudah tumbuh dan memiliki daun sejati. Pindah tanam dilakukan di bedengan yang sudah disiapkan, langkah pertama yaitu dengan membuat lubang tanam di bedengan, kemudian keluarkan bibit tanaman tomat dan mentimun dari botol bekas bersama dengan media tanamnya, lalu tanam di lubang yang sudah dibuat. Bibit yang sudah ditanam, ditutup dengan menggunakan botol bekas yang sudah di lubanggi untuk mencegah predator penganggu seperti siput. Bedengan dibuat dengan membuat pagar dengan kayu yang ditancapkan di pinggir bedengan agar bedengan yang telah dibuat tidak berceceran serta mencegah kandungan unsur hara pada tanah tidak hilang.
Dengan memanfaatkan lahan sempit dan barang bekas pada penerapan microgreen serta simple wick system dapat menjadi langkah awal untuk mengurangi limbah plastik sekaligus menginspirasi orang-orang dengan segala keterbatasan ruang dan waktu untuk berkebun. Bukan hanya menanam tanaman, berkebun juga merupakan kebiasaan positif yang baik untuk lingkungan dan kesehatan kita. Tidak ada lagi alasan untuk menunda karena berkebun sekarang menjadi kegiatan yang mudah, menyenangkan, dan tentunya penuh manfaat.