Hubungan antara manusia dan alam adalah suatu kesatuan yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Memahami interaksi antar keduanya menjadi penting untuk menciptakan keseimbangan. Dengan demikian, permakultur hadir sebagai solusi untuk menciptakan sistem pertanian yang beragam dan saling mendukung yang mengutamakan keberlanjutan untuk membantu menjaga keseimbangan ekosistem.

Guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya sistem pertanian berkelanjutan, IVP Indonesia bersama dengan Bhumi Horta Foundation dan Teman Berkebun mengadakan kegiatan International Volunteering Service (IVS) Day Volume 2 yang menjunjung tema “peace with nature, peace for all” pada hari Kamis, 16 Januari 2025 di Kebun Qita yang berlokasi di Jalan Kyai Saleh No. 13 Semarang. IVS Day Volume 2 dihadiri oleh beberapa relawan yang telah mendaftar, tim internship dari Agribisnis dan Agroekoteknologi Universitas Diponegoro, serta anggota dari Teman Berkebun. Kegiatan IVS Day Volume 2 ini mencakup gardening session dan juga sharing session dengan Kak Hani Nurlina selaku narasumber yang juga merupakan Project Manager Coordinating Committee for International Voluntary Service (CCVIS) Youth Action Officer.

Rangkaian kegiatan IVS Day Vol 2 diawali dengan pengenalan sejarah Service Civil Internasional (SCI) oleh Kak Sany selaku Founder dari Teman Berkebun yang kemudian dilanjut dengan gardening session bersama dengan para relawan. Gardening session pada kegiatan ini meliputi pembersihan gulma, pruning beberapa jenis tanaman, dan pembuatan anyaman ranting pada bedengan.
Pembersihan gulma pada area bedengan dilakukan dengan mencabut tanaman pengganggu yang tumbuh disekitar tanaman utama yang dibudidayakan pada bedengan, yang tujuannya untuk meningkatkan produktivitas tanaman dan mengurangi perebutan nutrisi antara tanaman utama dengan tanaman pengganggu. Pruning adalah pemangkasan cabang atau daun tanaman yang masih muda yang bertujuan untuk menjaga kesehatan tanaman, mengatur pertumbuhan tanaman, serta meningkatkan produktivitas tanaman. Pembuatan anyaman ranting pada bedengan dilakukan dengan memanfaatkan ranting-ranting yang berada di sekitar kebun, anyaman ranting pada bedengan ini bertujuan untuk menjaga nutrisi tanah agar tetap berada pada bedengan.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sharing session oleh Kak Hani tentang pengalaman beliau yang terjun langsung sebagai relawan di luar negeri khususnya Portugal pada bidang permakultur. Selain itu, peserta juga diberikan informasi mengenai program kerelawanan yang akan dilaksanakan di Indonesia maupun di luar negeri.

Peserta juga diberi informasi mengenai workcamp programs di Asia yang berada di Malaysia, Sri Lanka dan India. Harapan diadakannya kegiatan IVS Day Vol 2 ini peserta dapat memberikan kontribusi untuk alam dengan berkebun sebagai langkah kecil serta dapat menjadi bagian dari relawan melalui program-program kerelawanan yang dilaksanakan.