
Gambar 1: kelas berkebun di Crescent Wonder Islamic Montessori House
Di era digital saat ini, kebanyakan anak-anak sudah terbiasa menggunakan gawai sejak usia dini. Kebiasaan ini sering kali membuat mereka kurang terlibat dalam aktivitas di luar ruangan. Padahal, bermain di luar rumah, terutama sejak usia balita, memiliki peran yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak. Menurut informasi dari smartparent.id, aktivitas luar ruangan memberikan berbagai manfaat bagi anak-anak. Beberapa di antaranya adalah pengembangan kemampuan motorik, peningkatan sistem kekebalan tubuh, stimulasi kognitif dan mental, penguatan keterampilan sosial, pengurangan risiko diabetes, peningkatan kesehatan mental, serta dorongan terhadap kreativitas dan imajinasi. Melihat banyaknya manfaat tersebut, penting bagi orang tua untuk mulai menghadirkan kegiatan menarik yang mendorong anak-anak agar lebih aktif di luar ruangan dan tidak terpaku pada layar gadget. Salah satu kegiatan yang bisa menjadi solusi menyenangkan sekaligus edukatif adalah berkebun.
Menariknya, kegiatan berkebun kini mulai banyak diterapkan oleh orang tua sebagai bagian dari aktivitas anak. Di Kota Semarang misalnya, terdapat kegiatan edukatif berupa kelas berkebun yang diinisiasi oleh Teman Berkebun. Dalam program basic gardening ini, anak-anak diajak untuk mengenal berbagai jenis tumbuhan sekaligus belajar secara langsung cara menanamnya. Melalui pengalaman langsung ini, anak-anak tidak hanya belajar mencintai alam, tetapi juga melatih tanggung jawab, kesabaran, dan rasa ingin tahu mereka terhadap lingkungan sekitar.
Kelas berkebun untuk anak-anak dimulai dengan sesi pembelajaran interaktif yang mengenalkan mereka pada dasar-dasar ekosistem kebun. Dalam sesi ini, anak-anak diajak memahami bagaimana berbagai elemen seperti tumbuhan, air, tanah, hewan, hingga cahaya matahari saling berkaitan dan bekerja sama menjaga keseimbangan alam. Melalui pendekatan yang menyenangkan dan mudah dipahami, mereka mulai menyadari bahwa lingkungan sekitar ternyata terdiri dari komponen-komponen yang saling berkesinambungan.

Gambar 2: Pemaparan materi pada Kelas Berkebun
Setelah sesi materi, anak-anak langsung diarahkan untuk terlibat dalam praktik berkebun. Mereka diajak menanam pohon dengan tangan mereka sendiri tanpa takut kotor. Aktivitas ini menjadi momen yang menyenangkan dan menggugah rasa ingin tahu mereka. Antusiasme tampak jelas dari ekspresi wajah mereka yang bersemangat saat menyentuh tanah, memilih bibit, dan menanamnya sendiri. Dari proses tersebut, anak-anak tidak hanya belajar tentang teknik berkebun, tetapi juga mengenal banyak hal baru yang sebelumnya asing bagi mereka.

Gambar 3: praktik berkebun
Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar tentang pentingnya menjaga lingkungan, menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap alam, serta melatih kesabaran dan kepedulian. Pengalaman langsung di lapangan membuat pembelajaran terasa lebih hidup dan membekas, sekaligus menanamkan nilai-nilai positif yang dapat mereka. Selain itu, kegiatan ini bisa menjadi solusi sebagai pengenalan bagi anak-anak bahwa aktivita di luar ruangan tidak kalah menarik dibandingkan gawai yang biasa mereka mainkan.