Pada hari Minggu, 13 Juli 2025 tim magang EXPRONAS IAAS Universitas Diponegoro 2025 melanjutkan magang hari ke-4 dengan membuat Plant Growth Promoting Rhizobacteria untuk tanaman. Pembuatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria atau sering disebut dengan PGPR ini dilakukan di Plalangan, Gunungpati.

Kegiatan ini diawali dengan melanjutkan pembuatan Hugel Bed pada lahan dengan tanah merah di Plalangan yang sudah memadat dan keras karena kurang perawatan yang tepat. Pembuatan Hugel Bed membuat teman-teman magang mendapatkan pembelajaran tentang cara pengolahan lahan yang kurang kesuburan tanahnya agar dapat subur kembali. Hugel Bed adalah metode pertanian yang diadopsi dari negara Jerman untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan dengan memanfaatkan bahan-bahan organik yang bisa terdekomposisi secara alami dengan berbagai manfaat yang dapat diperoleh. Hal ini sesuai dengan pendapat Jayati dan Lestari (2023) yang menyatakan bahwa ini dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah, meningkatkan retensi air, dan mengurangi kebutuhan irigasi, memperpanjang musim tanam, mengurangi kebutuhan pupuk tambahan, dan habitat bagi mikroorganisme tanah yang bermanfaat.

Kegiatan selanjutnya yaitu pembuatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) yang dipandu oleh Pak Sany selaku fasilitator magang dari Kebun Qita. Plant Growth Promoting Rhizobacteria yang dibuat memanfaatkan rendaman akar bambu pada daerah sekitar lahan. Hal ini sesuai dengan pendapat Pratiwi et al., (2017) yang menyatakan bahwa PGPR dapat berasal dari akar bambu karena akar bambu banyak dikolonisasi bakteri Pseudomonas fluorescens yang dapat melarutkan unsur P dalam tanah. Penggunaan substrat dari lingkungan asli sekitar lahan adalah pilihan terbaik untuk lahan itu sendiri karena sesuai dengan mikroorganisme yang ada untuk membantu menyuburkan tanah lahan. PGPR dibuat dengan bahan yang mudah didapat, yaitu rendaman akar bambu, residu tembakau, molase, kapur sirih, terasi tradisional, dan air. Pertama-tama di hari sebelumnya harus menyiapkan rendaman akar bambu.

Kemudian semua bahan kecuali rendaman akar bambu direbus dengan campuran air yang dimasak sampai mendidih. Larutan yang sudah mendidih diangkat dan ditunggu sampai dingin, lalu dicampur ke air rendaman akar bambu. Larutan itu inilah yang nantinya menjadi PGPR setelah difermentasi selama 1-2 minggu.
Sumber :
Pratiwi, F., Marlina., Mariana. 2017. Pengaruh pemberian Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dari Akar Bambu Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.). J. Agrotropika Hayati, 4 (2) : 77- 82.
Jayati, R. D., dan F. Lestari. 2023. Aplikasi hugelkultur dengan raised bed pada pertumbuhan dan produktivitas tanaman pakcoy (Brassica rapa L.). J. Biosilampari : Jurnal Biologi, 6 (1) : 50 – 59.
Edited by : eunicecp