Menandai Jalan Akses Kebun Dengan Sereh

Sereh memiliki kegunaan yang cukup banyak dalam aspek kehidupan manusia. Pangkal batang tanaman sereh biasanya dimanfaatkan untuk berbagai masakan tradisonal nusantara. Daunnya dapat disuling menjadi minyak sereh dengan beragam manfaat mulai dari bahan baku industri sabun, parfum, kosmetik, antiseptik, aromaterapi, dan sebagai bahan aktif pestisida nabati.   Di Kebun Rembes kami sedang mencoba untuk memperluas […]

MORE
Menuai Cerita dari Terowongan Telang Kebun Rembes

Kisah kebun kali ini berasal dari kebun dampingan kami di kawasan BSB City, Mijen, Semarang. Kebun yang terletak sebelum sirkuit Mijen ini memiliki terowongan ditengah kebunnya yang cukup unik. Pragola yang dibuat di salah satu sudut kebun ini dirambati bunga telang yang cukup rimbun. Taukah anda, bahwa bunga telang adalah salah satu ‘edible flower’ yang […]

MORE
Menularkan Kebiasaan Berkebun Kepada Anak-Anak

Begitu banyaknya nilai-nilai yang dapat kita petik dalam kegiatan berkebun, ternyata tidak hanya untuk orang dewasa namun juga untuk anak-anak kita. Kegiatan yang identik dengan kotor-kotor ini, malahan dapat memberikan dampak yang signifikan pada reflek halus dan kasar pada anak. Orang tua juga dapat mengenal lebih jauh tentang karakter anaknya ketika anak beraktifitas di luar […]

MORE
Panen Empon-Empon di Kebun Rembes

Hujan yang terus mengguyur Kebun Rembes menjadi berkah tersendiri bagi kami. Beberapa tanaman empon-empon yang tanam di akhir tahun 2021 ternyata sudah merontah inin dipanen terlihaaat dari daun tunya yang mulai menguning. Fenomena kemarau basah yang diperkirakan akan berlanjut hingga bulan depan, membuat kami perlu mengatur strategi yang kami terapkan di lahan. Anomali cuaca yang […]

MORE
Persiapan Bedeng Di Lahan Bekas Bank Mulsa

Tidak dipergunakannya mulsa perak di lahan Kebun Rembes membuat kita perlu mengambil jalan keluar lain untuk mengendalikan pertumbuhan gulma. Mulsa perak yang kerap digunakan di lahan konvesional, memiliki fungsi menjaga kelembaban tanah serta menghalau gulma untuk tumbuh secara masif  karena akan berpotensi untuk mengikat nutrisi-nutrisi penting di dalam tanah. Dedaunan kering yang selama ini kita […]

MORE
Ngolah Limbah Buat Ngebun? Why Not?

Saat kita berniat untuk berkebun, sering kita membayang beberapa ketakutan yang tidak perlu.. Seperti kalau nanti tanamannya mati bagaimana? kalau nanti saya ndak sempat nyiram bagaimana? kalau saya enggak bisa merawat bagaimana? Ketakutan ini terus berlanjut sampai akhirnya keinginan berkebun di lahan kita tidak kunjung terwujud.  Kamis pekan lalu (21/04), Teman Berkebun bekerjasama dengan kebun […]

MORE
Menangkap Biomassa dengan Mengandalkan Eksistensi Cacing

Setidaknya dua tahun yang lalu, proyek cacing kami mulai di kebun mitra kami bersama dengan beberapa mahasiswa pada tahun 2018, yang berlanjut pada tahun 2019 di Berkah Bhumi (Gunungpati), namun sempat terhenti karena beberapa pertimbangan. Pada tahun 2021 kami dipertemukan dengan Kebun Rembes yang merupakan lahan bekas perkebunan karet yang sekarang masuk di bawah pengelolaan […]

MORE
Berbagi Ilmu dan Pengalaman Bersama Para Mahasiswa Agroekoteknologi

Pada hari Senin, 21 Maret 2022, Kebun Rembes mendapatkan kunjungan sejumlah lima personel mahasiswa dari Program Studi S1 Agroekoteknologi Universitas Diponegoro. Semarang. Kegiatan ini adalah rangkaian dari program kuliah Kerja Lapangan yang dilakukan bersama Yayasan Bhumi Horta.  Yayasan Bhumi Horta merekomendasikan mereka, untuk melakukan kunjungan di salah satu mitra kebun Teman Berkebun yakni “Kebun Rembes”, […]

MORE
Kisah Jakaba yang Hadir di Kebun Rembes

Halo Sobat berkebun! Bagi para penggiat pertanian organik, mungkin sudah akrab dengan kata Jakaba. Jakaba atau akronim dari Jamur Keberuntungan Abadi adalah jamur yang sedang hangat diperbincangkan oleh banyak pihak di dunia maya. Namun sayang sekali hingga saat ini kami dari tim Teman Berkebun belum mendapatkan dokumen ilmiah yang benar-benar menjelaskan secara detail terkait dengan […]

MORE
KISAH Founder: Beda Wong Tani, dan ‘Farmers’⁣

2010 hingga akhir tahun 2012 saya berkesempatan melihat banyak daerah di pulau Jawa, dimana sering saya mendengar perkataan “kulo wong tani”. Sedangkan, pada tahun 2013 hingga akhir tahun 2015 saya sempat bertemu dengan orang yang berbeda di benua eropa, yang dengan bangga mengatakan “I’m a farmer”.  Ini sedikit kesan saya, terkait perbedaan dua kalimat dengan […]

MORE