Category: Kelas Berkebun

Kelas Composting Sore Hari Bersama PLN 123 di Kebun Qita

Data yang dikumpulkan oleh KLHK menunjukkan bahwa sampah sisa makanan masih mendominasi 41,6% dari total sampah yang ada setiap harinya. Sedangkan sektor rumah tanggal masih menjadi menyumbang terbesar limbah organik di Indonesia, sisanya berasal dari kawasan berikat, perkantoran, fasilitas publik dan lain-lainnya. (Sumber:GoodStats, 2024) Permasalahan ini menjadi alasan utama dari kami mengadakan kelas composting yang dapat diikuti oleh peserta dengan beragam variasi usia dan latar belakang edukasi ataupun pekerjaan. Kelompok maupun individu dapat mengajukan kelas ini untuk mendapatkan keahlian mengompos yang dapat dipraktekkan di skala rumah tangga, hingga komunitas. Hari, waktu dan jumlah peserta dapat disesuaikan sesuai dengan kebutuhan.  Pada hari minggu, [...]

Read More

Green School Project at SMP Al Islam Semarang

First Day: The "Green School" local action begins today, Monday, September 29, 2025. The event began at 9:00 AM and ended at 11:00 AM. Today's local action took place at Al Islam Junior High School in Semarang City, Central Java Province, Indonesia. Twenty-four participants, including students and teachers, participated.Today's activity included an opening by the principal, followed by an explanation of the program and sustainable agriculture for the school environment. Mr. Sani delivered the presentation. The activity went smoothly. Hopefully, the knowledge and experience shared by Mr. Sani will encourage participants to start farming in the school environment. Second Day: Semarang, [...]

Read More

Berkebun Bersama Menghabiskan Waktu Senja di Kebun Qita

Senja adalah waktu yang tepat untuk melepas kelelahan dari kesibukan sehari-hari. Saat dimana sinar matahari telah redup dan tidak menyengat terasa oleh kulit. Walaupun untuk beberapa pihak adalah waktu mereka memulai hari, namun banyak dari mereka memperlambat ritme rutinitas mereka di waktu ini. Waktu ini juga merupakan waktu yang tepat untuk kita menengok keadaan kebun kita.  Pada tanggal 25 September 2025 tepatnya pada hari Kamis pekan lalu, kami mendapatkan kesempatan untuk menghabiskan waktu senja kami bersama para karyawan PLN di Kebun Qita. Segenap tim teman berkebun dan Kebun Qita menyambut para peserta dengan hangat beserta kudapan yang telah disiapkan oleh relawan [...]

Read More
Tanaman Timun

COMPANION PLANT UNTUK TANAMAN TIMUN

Tanaman timun (Cucumis sativus) merupakan salah satu komoditas hortikultura penting yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Timun tergolong dalam famili Cucurbitaceae dan memiliki karakteristik batang menjalar, daun berbulu lebar, serta buah silindris berwarna hijau dengan kandungan air yang tinggi. Timun sangat cocok tumbuh di daerah dengan suhu hangat (25–30°C), intensitas cahaya tinggi, dan tanah yang gembur serta kaya bahan organik. Selain itu, timun juga memiliki nilai ekonomis tinggi dan masa panen yang relatif cepat, yaitu 35–45 hari setelah tanam. Dalam budidayanya, timun tergolong tanaman yang rentan terhadap berbagai hama dan penyakit seperti kutu daun, kumbang daun, embun tepung, dan penyakit virus mosaik. [...]

Read More
Kebun Qita

MENGENAL GULMA YANG ADA DI KEBUN QITA

Gulma adalah tanaman yang tumbuh tidak diinginkan, karena bersaing dengan tanaman utama untuk memperoleh cahaya matahari, air, ruang, dan unsur hara. Kehadirannya dapat menghambat pertumbuhan tanaman budidaya dan menurunkan hasil panen. Namun, di sisi lain, gulma juga bisa dijadikan indikator alami bagi petani untuk memahami sifat dan kualitas tanah di kebunnya. Dengan mengenali ciri umum gulma, cara membedakannya dari tanaman utama, serta memahami contoh gulma yang sering muncul di kebun, petani dapat mengambil langkah pengelolaan yang lebih bijak dan efisien. Ciri-ciri gulma antara lain memiliki siklus hidup pendek namun agresif, akar menjalar, dan morfologi kasar seperti daun bergerigi atau batang berbulu. [...]

Read More
hugelkultur dari limbah

CIPTAKAN TANAH SUBUR DENGAN HUGELKULTUR DARI LIMBAH SEKITAR!

Tanah subur adalah kunci untuk menumbuhkan tanaman dengan hasil maksimal. Tetapi, tanah yang subur tidak datang begitu saja, ia butuh perawatan khusus. Salah satu caranya adalah dengan metode hugelkultur, sebuah teknik sederhana yang memanfaatkan limbah organik untuk menciptakan tanah yang kaya nutrisi. Bayangkan, tumpukan ranting, daun, dan sisa limbah organik lainnya yang tersusun berlapis-lapis, berubah menjadi "harta karun" yang menyuburkan tanah dan bahkan mengurangi kebutuhan penyiraman! Menurut Jayati dan Lestari (2023), Hugelkultur memanfaatkan proses penguraian alami limbah organik untuk menyediakan nutrisi dan menyimpan air, sehingga tanah di atasnya jadi super subur. Pada Kamis, 10 Juli 2025, tim magang dari Teman Berkebun [...]

Read More
pembuatanpgpr

BELAJAR SERU PEMBUATAN PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA (PGPR)

Pada hari Minggu, 13 Juli 2025 tim magang EXPRONAS IAAS Universitas Diponegoro 2025 melanjutkan magang hari ke-4 dengan membuat Plant Growth Promoting Rhizobacteria untuk tanaman. Pembuatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria atau sering disebut dengan PGPR ini dilakukan di Plalangan, Gunungpati. Kegiatan ini diawali dengan melanjutkan pembuatan Hugel Bed pada lahan dengan tanah merah di Plalangan yang sudah memadat dan keras karena kurang perawatan yang tepat. Pembuatan Hugel Bed membuat teman-teman magang mendapatkan pembelajaran tentang cara pengolahan lahan yang kurang kesuburan tanahnya agar dapat subur kembali. Hugel Bed adalah metode pertanian yang diadopsi dari negara Jerman untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan dengan memanfaatkan [...]

Read More
bibittanaman

Menanam Mint Segar dengan Pot Sumbu dari Botol Bekas

Tanaman Mint (Mentha spp.) adalah salah satu tanaman herbal yang populer karena aromanya yang menyegarkan serta bermanfaat bagi kesehatan. Daunnya sering digunakan dalam makanan, minuman, dan sebagai bahan alami pengharum. Daun mint memiliki kandungan menthol yang berperan dalam mempercepat peredaran darah serta membantu meredakan gejala seperti kembung, mual, dan kram. Selain itu, daun mint juga mengandung senyawa metabolit sekunder seperti tanin dan flavonoid yang berfungsi mendukung kelancaran sistem pencernaan. Pertumbuhannya yang cepat dan perawatannya sederhana, mint cocok diperbanyak melalui stek air sebelum dipindahkan ke media tanam seperti tanah. Pada hari Selasa, 29 Juli 2025, kegiatan utama kami adalah memindahkan tanaman mint [...]

Read More

Hijaukan Liburan dengan Microgreen: Pembelajaran Seru di Tengah Kebun Kota

Pada Jumat, 4 Juli 2025, Kebun Qita bersama tim magang Teman Berkebun dari Prodi Agribisnis Universitas Diponegoro kembali melanjutkan rangkaian kegiatan dalam program Libur Telah Tiba (LTT) Volume 6, yang telah memasuki hari ke-9. Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar langsung di lapangan kepada tim magang. LTT kali ini mengangkat Class Microgreen yaitu kelas yang mengenalkan cara menanam sayur mini yang cepat panen, mudah ditanam, dan kaya akan manfaat bagi kesehatan. Pada kesempatan ini anak-anak akan dipandu oleh kak Sany selaku fasilitator Class Microgreen. Kegiatan pagi ini dibuka dengan cara yang unik dan menyenangkan yaitu dengan mengajak anak-anak untuk mencoba mencicipi daun [...]

Read More

Aktivitas Berkebun Jadi Cara Seru Mengenal Tanaman Saat Liburan

Mengisi waktu liburan sekolah dengan kegiatan yang edukatif dan menyenangkan bisa menjadi pengalaman berkesan, terutama bagi anak-anak. Salah satu kegiatan menarik yang memberikan pengalaman belajar langsung di alam adalah berkebun. Hal inilah yang dilakukan dalam program Libur Telah Tiba (LTT) Vol 06 yang diadakan di Kebun Qita, Semarang pada 2 Juli 2025. Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak dengan pendampingan dari Kak Sani serta tim magang dari program studi Agribisnis dan Agroekoteknologi Undip.  Tema utama kegiatan LTT kali ini adalah berkebun dengan fokus untuk menanam mint di pot dan terong di bedeng. Kegiatan dimulai dengan sesi pertama, yaitu menanam mint di dalam [...]

Read More