Tag: 1rumah1kebun

Kelas Composting Sore Hari Bersama PLN 123 di Kebun Qita

Data yang dikumpulkan oleh KLHK menunjukkan bahwa sampah sisa makanan masih mendominasi 41,6% dari total sampah yang ada setiap harinya. Sedangkan sektor rumah tanggal masih menjadi menyumbang terbesar limbah organik di Indonesia, sisanya berasal dari kawasan berikat, perkantoran, fasilitas publik dan lain-lainnya. (Sumber:GoodStats, 2024) Permasalahan ini menjadi alasan utama dari kami mengadakan kelas composting yang dapat diikuti oleh peserta dengan beragam variasi usia dan latar belakang edukasi ataupun pekerjaan. Kelompok maupun individu dapat mengajukan kelas ini untuk mendapatkan keahlian mengompos yang dapat dipraktekkan di skala rumah tangga, hingga komunitas. Hari, waktu dan jumlah peserta dapat disesuaikan sesuai dengan kebutuhan.  Pada hari minggu, [...]

Read More

WANODYA ING ALAGA

Peran Perempuan Memperjuangkan Kesetaraan Gender dalam Pembangunan Ekonomi )* )* Ditulis Oleh Oerip Lestari  dalam rangka “Kongres  Nasional Sarjana Ekonomi  Indonesia/ ISEI/ PIISEI 2024” Sudah sewajarnya bilamana perempuan mendapat kesempatan seluas-luasnya untuk membangun negeri ini. Apalagi kalau dilihat dari segi kuantitas sangat signifikan, 51% dari penduduk Indonesia adalah perempuan, sementara sisanya 49% merupakan laki-laki. Namun demikian, dalam usianya yang ke 79 tahun Negara masih belum sepenuhnya memberi kesempatan pada perempuan untuk berkiprah secara riil. Jabatan-jabatan publik masih didominasi oleh kaum laki-laki, baik di eksekutif, legislatif  maupun yudikatif. Itulah salah satu pertimbangan penulis untuk mengetengahkan kendala serta kemajuan yang telah dicapai perempuan pada umumnya. Terutama [...]

Read More

Eco-Maggot Mandiri: Organic Waste Management Based on Maggot Bioconversion

Short Workshop About Organic Waste Mangement with Eco Maggot Mandiri Community in Pekalongan Fikri and his team successfully executed a Local Action project in Pekalongan, Central Java. This project served as the final assignment for the Camp Leader Training: Peace Across The Sea, a collaborative initiative between IVP Australia and Bhumi Horta Foundation under the auspices of Service Civil International (SCI). Each participant received a micro-grant to fund projects in their respective regions, which included the team's project, “Eco-Maggot Mandiri: Organic Waste Management Based on Maggot Bioconversion.” The team’s project focused on developing local solutions for organic waste management, motivated by the [...]

Read More

Berkebun Bersama Menghabiskan Waktu Senja di Kebun Qita

Senja adalah waktu yang tepat untuk melepas kelelahan dari kesibukan sehari-hari. Saat dimana sinar matahari telah redup dan tidak menyengat terasa oleh kulit. Walaupun untuk beberapa pihak adalah waktu mereka memulai hari, namun banyak dari mereka memperlambat ritme rutinitas mereka di waktu ini. Waktu ini juga merupakan waktu yang tepat untuk kita menengok keadaan kebun kita.  Pada tanggal 25 September 2025 tepatnya pada hari Kamis pekan lalu, kami mendapatkan kesempatan untuk menghabiskan waktu senja kami bersama para karyawan PLN di Kebun Qita. Segenap tim teman berkebun dan Kebun Qita menyambut para peserta dengan hangat beserta kudapan yang telah disiapkan oleh relawan [...]

Read More

Farm Entrepreneurship Workcamp in Malaysia

A group of five students from Universitas Diponegoro completed a two-week Student Mobility program with Service Civil International (SCI) Malaysia, from August 6 to August 20, 2025. This collaborative initiative, supported by the university's Student Go International and World Class University Program, occurred at Uncle Nicholas' farm in Negeri Sembilan. The team members were Deska Anggoro Priyosaputro (Agroecotechnology), Muhammad Fikri Syaikal (Biology), Nayla Kanamona, Andhika Ramadhani R., and Ezequelle Nesyaras G. P. (all from Food Technology). The program's core was divided into two main components: hands-on fieldwork and engaging discussions. The team's practical activities varied daily, providing a comprehensive learning experience [...]

Read More

Memayu Hayuning Bawana…

Tulisan ini juga di publikasi di https://lokawarta.com/ pada tanggal 25 Juli 2025 SAMBIL duduk di teras, memandang hijaunya daun yang disapu lembut oleh angin semilir, diantara pepohonan yang tumbuh di halaman. Mulai dari pohon asem, mangga, philisium, pohon bunga Sakura Jawa sampai pohon ketepeng perak bersusun yang konon berasal dari zaman Majapahit mewujudkan suasana adem. Selain itu masih ada beraneka tanaman hias dalam pot berjejer rapi di atas balustrade batu yang kokoh, dilengkapi tanaman anggrek, bunga Wijaya Kusuma yang selalu saya nanti mekarnya menyebarkan aroma wangi yang eksotis dan magis. Bunga Telang berwarna biru ungu merambat di pagar di sela sela pohon [...]

Read More
Kebun Qita

MENGENAL GULMA YANG ADA DI KEBUN QITA

Gulma adalah tanaman yang tumbuh tidak diinginkan, karena bersaing dengan tanaman utama untuk memperoleh cahaya matahari, air, ruang, dan unsur hara. Kehadirannya dapat menghambat pertumbuhan tanaman budidaya dan menurunkan hasil panen. Namun, di sisi lain, gulma juga bisa dijadikan indikator alami bagi petani untuk memahami sifat dan kualitas tanah di kebunnya. Dengan mengenali ciri umum gulma, cara membedakannya dari tanaman utama, serta memahami contoh gulma yang sering muncul di kebun, petani dapat mengambil langkah pengelolaan yang lebih bijak dan efisien. Ciri-ciri gulma antara lain memiliki siklus hidup pendek namun agresif, akar menjalar, dan morfologi kasar seperti daun bergerigi atau batang berbulu. [...]

Read More

AKTIVITAS RECYCLING : BOTOL BEKAS UNTUK BERKEBUN

Bertempat di Kebun Qita dilakukan kegiatan recycling dengan menggunakan limbah botol plastik sebagai pengganti tray untuk berkebun. Pemanfaatan limbah ini akan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, aktivitas recycling menjadi salah satu cara praktis yang dapat dilakukan oleh siapa saja. Selain mengurangi jumlah limbah botol plastik, kegiatan ini juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan sumber daya secara berkelanjutan.   Memulai berkebun dengan limbah botol bekas sangatlah mudah dan murah. Langkah awal yang dapat dilakukan dengan menyiapkan alat dan bahan yang berupa limbah botol plastik, gunting, dan solder. Cukup dengan membersihkan botol plastik, memotongnya sesuai kebutuhan, beri lubang di [...]

Read More

Pindah Tanam Bawang Merah (Allium cepa L.) : Cara Mudah Menanam dari Bibit ke Lahan Sempit

Bawang merah adalah salah satu tanaman hortikultura yang cocok ditanam di lingkungan mana saja. Menurut Husain et al. (2022) menyatakan bahwa bawang merah termasuk tanaman hortikultura yang memiliki kandungan gizi yang baik dan memiliki banyak manfaat, diantara manfaatnya adalah sebagai pelengkap bumbu dapur dan sebagai bahan pengobatan tradisional yang sangat populer dikalangan masyarakat.  Pindah tanam bawang merah (Allium cepa L.) merupakan cara mudah dan efektif untuk menanam bawang merah dari bibit ke lahan sempit. Fungsi dilakukannya pindah tanam memindahkan bibit atau tanaman muda dari tempat persemaian ke lahan tanam utama agar tanaman mendapatkan ruang tumbuh yang lebih luas. Cara ini dimulai [...]

Read More
pembuatanpgpr

BELAJAR SERU PEMBUATAN PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA (PGPR)

Pada hari Minggu, 13 Juli 2025 tim magang EXPRONAS IAAS Universitas Diponegoro 2025 melanjutkan magang hari ke-4 dengan membuat Plant Growth Promoting Rhizobacteria untuk tanaman. Pembuatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria atau sering disebut dengan PGPR ini dilakukan di Plalangan, Gunungpati. Kegiatan ini diawali dengan melanjutkan pembuatan Hugel Bed pada lahan dengan tanah merah di Plalangan yang sudah memadat dan keras karena kurang perawatan yang tepat. Pembuatan Hugel Bed membuat teman-teman magang mendapatkan pembelajaran tentang cara pengolahan lahan yang kurang kesuburan tanahnya agar dapat subur kembali. Hugel Bed adalah metode pertanian yang diadopsi dari negara Jerman untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan dengan memanfaatkan [...]

Read More