Berkebun adalah satu hal yang baru, unik, menarik, dan mudah dilakukan terutama bagi saya sendiri sebagai pemula dengan memanfaatkan area lahan yang sempit seperti belakang rumah. Pada Senin, 23 Juni 2025 saya dan teman-teman saya dari Agribisnis Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro mengikuti kegiatan magang yang berlokasi di Kebun Qita Jl. Kyai Saleh No.13, Randusari, Kec. Semarang. Disini diperkenalkan tentang praktik budidaya permakultur yaitu pemanfaatan ekosistem alami dalam berkebun untuk menciptakan lingkungan yang berkelanjutan, produktif, dan ramah lingkungan. Kegiatan yang kami lakukan adalah membersihkan kebun dan menata kebun kembali menjadi rapi, hal yang dilakukan diantaranya mengambil tanaman yang mati [...]
Read MoreLatar Belakang by Fikri Hasil produk pertanian tidak terlepas dari topik kesehatan, karena ditemukan sebagian besar hasil pertanian mengandung sisa pestisida. Di seluruh dunia, permintaan produk pangan yang tidak mengandung residu pestisida semakin meningkat akhir-akhir ini, terutama di negara Uni Eropa (Widiarta et al., 2011). Hal ini disebabkan oleh kesadaran global akan bahaya dan efek negatif yang diakibatkan oleh penggunaan bahan kimia sintesis dalam pertanian. Tren Green Economy termasuk pertanian organik semakin populer. Namun, konsumsi pupuk organik di Indonesia masih terbilang rendah. Rerata konsumsi pupuk sepanjang 2017-2022 sebesar 10,9 juta ton/tahun, yang didominasi pupuk kimia. Rerata konsumsi pupuk organik hanya 606 [...]
Read More