Semarang – Lepas dari rutinitas menerima panggilan, 15 karyawan Call Center PLN 123 menyambut hari dengan semangat berbeda di tengah kehijauan Kota Semarang. Pada Rabu, 17 Desember 2025, mereka mengikuti “Kelas Berkebun Dasar”, sebuah program pengembangan karyawan alternatif yang dilaksanakan di Kebun Qita, berkolaborasi dengan Teman Berkebun of Bhumi Horta Foundation. Kegiatan ini dirancang khusus sebagai wadah penambah wawasan dan pelepas penat di luar jam kerja.


Bertempat di salah satu mitra Teman Berkebun, para peserta tidak hanya belajar teori, tetapi langsung mempraktekkan seni bercocok tanam di lahan yang subur yang menerapkan prinsip-prinsip permakultur. Sany sebagai founder dari Bhumi Horta Foundation membimbing mereka melalui berbagai tahap, mulai dari mengenali karakteristik tanah, teknik menanam yang efektif untuk iklim tropis Semarang, hingga perawatan tanaman herba eropa yang sering ditanam di kebun qita.
Kegiatan ini juga menjadi ajang team building yang efektif. Dalam atmosfer santai jauh dari dari kesibukan kantor, para karyawan dari berbagai shift bisa berinteraksi lebih cair. Kerja sama dalam menyiapkan media tanam, menanam tanaman herba dan berbagi tips menciptakan gelombang tawa dan keakraban yang jarang ditemui di ruang call center yang padat. Ikatan yang terjalin di antara rimbunnya tanaman ini diharapkan dapat menerjemah menjadi komunikasi dan kolaborasi yang lebih solid di tempat kerja.

Inspirasi dari Semarang untuk Perusahaan dan Komunitas
Keberhasilan penyelenggaraan acara ini di Semarang menjadi bukti bahwa kegiatan pengembangan karyawan yang inovatif dapat dilaksanakan di berbagai kota, dengan memanfaatkan potensi dan kemitraan lokal. PLN 123 mengajak perusahaan-perusahaan lain di Semarang dan seluruh Indonesia untuk melihat pentingnya investasi pada kesejahteraan holistik karyawan.
Program seperti kelas berkebun, yang dilaksanakan dengan memanfaatkan fasilitas seperti Kebun Qita, menawarkan manfaat ganda: meningkatkan motivasi karyawan sekaligus mendukung gerakan penghijauan dan ekonomi kreatif kota.

Mengapa Perusahaan di Semarang dan Sekitarnya Perlu Meniru?
1. Memperkuat Identitas Lokal: Kegiatan berbasis lingkungan dan komunitas, seperti berkebun, sejalan dengan semangat gotong royong dan cinta lingkungan warga Semarang.
2. Akses yang Mudah: Semarang memiliki banyak ruang hijau, urban farm, dan komunitas berkebun yang dapat diajak bekerja sama, membuat program semacam ini sangat feasible untuk diadakan.
3. Solusi Konkret untuk Staf Operasional: Karyawan call center, customer service, atau staf operasional lain yang bekerja dengan tekanan tinggi mendapat terapi alami yang terbukti mengurangi kecemasan dan meningkatkan fokus.
4. Menciptakan Memori Positif Bersama: Pengalaman seru di luar kantor akan menjadi pengikat tim yang kuat, meningkatkan loyalitas dan kebanggaan terhadap perusahaan.
Langkah PLN 123 ini menunjukkan bahwa dari tanah subur Semarang, bisa tumbuh ide-ide segar untuk pengelolaan SDM. Bagi perusahaan yang ingin “memanen” kinerja dan inovasi tinggi, mulailah dengan “menanam” benih kepedulian pada kebahagiaan dan keseimbangan hidup karyawan. Kebun Qita dan Bhumi Horta Foundation telah membuktikan diri sebagai mitra yang ideal untuk mewujudkannya.
Mari jadikan Semarang tidak hanya kota dengan call center yang efisien, tetapi juga dengan karyawan yang bahagia, sehat, dan penuh semangat!