Kelas Microgreen Sore Hari Bersama Karyawan PLN 123

Microgreen dikenal sebagai tanaman sayur muda yang dipanen pada fase awal pertumbuhan, umumnya sekitar 14 hari setelah semai (HSS). Pada fase ini, microgreen telah memiliki daun sejati pertama dan kandungan nutrisinya berada pada kondisi optimal. Berbagai studi menyebutkan bahwa microgreen mengandung vitamin, mineral, dan antioksidan dalam konsentrasi tinggi, sehingga sering dikategorikan sebagai superfood. (Sumber: Bhaswant M, Shanmugam DK, Miyazawa T, Abe C, Miyazawa T. Microgreens-A Comprehensive Review of Bioactive Molecules and Health Benefits. Molecules. 2023 Jan 15;28(2):867. doi: 10.3390/molecules28020867.) 

Namun, karena kandungan nutrisinya yang sangat padat, konsumsi microgreen tidak dianjurkan dalam jumlah berlebihan dan tidak disarankan untuk dikonsumsi setiap hari. Microgreen sebaiknya dikonsumsi dalam porsi kecil, yaitu sekitar 1 sendok makan per sajian, sebagai pelengkap makanan seperti salad, sandwich, atau hidangan utama. Pola konsumsi yang bijak ini bertujuan agar manfaat gizi microgreen dapat diperoleh secara optimal tanpa menimbulkan efek yang tidak diinginkan.

Pemahaman mengenai manfaat dan cara konsumsi microgreen yang tepat menjadi salah satu alasan utama kami mengadakan kelas microgreen yang dapat diikuti oleh peserta dengan beragam usia dan latar belakang pendidikan maupun pekerjaan. Melalui kelas ini, peserta tidak hanya diajak untuk menanam microgreen secara mandiri, tetapi juga dibekali pengetahuan mengenai pemanfaatan dan konsumsi microgreen yang aman dan sesuai anjuran. Kelas ini dapat diikuti oleh kelompok maupun individu, dengan waktu dan jumlah peserta yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Pada hari Senin, 19 Januari 2026, kami mengadakan kelas microgreen bersama karyawan PLN 123 yang bertempat di lokasi PLN 123. Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta serta didampingi oleh anggota Bhumi Horta Foundation. Kelas dilaksanakan pada sore hari, mulai pukul 16.00 hingga 17.30 WIB, sehingga dapat diikuti di sela-sela aktivitas kerja para peserta. Kegiatan dimulai dengan pemaparan materi mengenai pengenalan microgreen, manfaatnya sebagai pangan fungsional, serta penjelasan mengenai waktu panen ideal microgreen yang dapat dilakukan pada umur sekitar 14 hari setelah semai.

Peserta yang telah mendengarkan pemaparan langsung praktik penanaman microgreen menggunakan media sederhana. Pada sesi ini, peserta mempelajari tahapan persiapan alat dan bahan, teknik penyemaian benih, serta cara perawatan agar microgreen dapat tumbuh optimal hingga siap dipanen. Melalui kegiatan kelas microgreen ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga pengalaman praktik secara langsung. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya konsumsi pangan sehat secara bijak, sekaligus mendorong penerapan budidaya microgreen yang mudah, praktis, dan berkelanjutan di lingkungan rumah maupun tempat kerja.

Author

  • Mahasiswi Agribisnis Universitas Diponegoro angkatan 2024 yang memiliki ketertarikan pada dunia marketing, komunikasi, dan pengembangan ide kreatif.

    View all posts Student

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *