Pembibitan Tanaman Lavender dan Mint yang Mudah dan Bermanfaat

Lavender dan mint merupakan tanaman herbal yang cukup populer dan banyak
diminati oleh masyarakat. Kedua tanaman ini dikenal memiliki aroma yang khas dan
menyegarkan, sehingga sering dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Tanaman lavender
biasanya digunakan sebagai pengharum ruangan, pengusir serangga alami, serta
dimanfaatkan sebagai obat herbal. Sementara itu, tanaman mint juga memiliki banyak
kegunaan, seperti sebagai obat herbal, campuran minuman, dan bahan tambahan pada
berbagai jenis makanan. Selain manfaatnya yang beragam, lavender dan mint termasuk
tanaman yang mudah dibudidayakan, terutama melalui metode pembibitan vegetatif.


Pada hari Selasa, 13 Januari 2026, dilakukan kegiatan pembibitan tanaman lavender
dan mint sebagai kegiatan utama. Alat yang digunakan dalam kegiatan ini tergolong
sederhana dan mudah ditemukan, antara lain gunting untuk memotong batang tanaman, gelas
plastik atau botol bekas yang dipotong menjadi dua dan diisi air sebagai wadah pembibitan
tanaman mint, sekop untuk mengambil tanah, tanah gembur sebagai media tanam tanaman
lavender, serta pot sebagai wadah penanaman.


Pembibitan tanaman lavender dilakukan dengan cara stek batang, yaitu pemotongan cabang batang.
Metode ini cukup sederhana dan cocok dilakukan oleh pemula. Cabang lavender yang dipilih
sebaiknya sehat, masih muda, tidak terlalu tua, dan belum berkayu. Setelah dipotong, cabang
tersebut langsung ditancapkan ke dalam pot yang telah diisi tanah gembur dan subur. Media
tanam yang gembur sangat membantu proses pertumbuhan akar baru dan dapat mencegah
batang mengalami pembusukan. Selama masa pembibitan, tanah perlu dijaga kelembapannya
dengan penyiraman secukupnya hingga tanaman mulai berakar dan tumbuh.


Sama seperti lavender, pembibitan tanaman mint dilakukan dengan stek batang, tetapi media yang digunakan yaitu air. Cabang batang mint yang masih muda dan belum berkayu dipotong secara serong agar penyerapan air lebih maksimal. Batang tersebut kemudian diletakkan ke dalam wadah berisi
air bersih hingga bagian bawahnya terendam. Wadah diletakkan di tempat yang terang,
namun tidak terkena sinar matahari langsung. Dalam beberapa hari, akar akan mulai tumbuh.
Setelah akar cukup panjang dan kuat, tanaman mint dapat dipindahkan ke pot yang lebih
besar dengan media tanah yang subur.


Pembibitan tanaman lavender dan mint memberikan banyak manfaat. Selain lebih
hemat karena tidak perlu membeli bibit baru, cara ini juga memungkinkan perbanyakan
tanaman dalam jumlah lebih banyak dari satu induk. Kegiatan ini juga menambah
pengetahuan serta keterampilan dalam merawat tanaman. Dengan menanam lavender dan
mint di rumah, kita dapat memanfaatkan tanaman herbal secara berkelanjutan sekaligus
menciptakan lingkungan yang lebih hijau, segar, dan nyaman.

Author

  • Mahasiswi Agribisnis Universitas Diponegoro angkatan 2024 dengan minat di bidang desain grafis, content editing, dan manajemen.

    View all posts Student

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *